Posisi Kaur Keuangan Desa Mulo Diincar oleh 18 Peserta

oleh -
Ujian tertulis, salah satu tahapan seleksi perngkat desa. KH
iklan dispar
Ujian tertulis, salah satu tahapan seleksi perngkat desa. KH
Ujian tertulis, salah satu tahapan seleksi perngkat desa. KH

WONOSARI, (KH)— Sebanyak 18 pendaftar dipastikan telah mengumpulkan berkas administrasi guna mengikuti ujian seleksi perangkat desa pada posisi Kaur Keuangan di Desa Mulo. Selanjutnya, pengumuman resmi tentang hasil penilaian administrasi akan diumumkan hingga selama satu minggu ke depan.

Masa pendaftaran penjaringan Kaur Keuangan baru di desa yang hanya memiliki tiga padukuhan ini telah ditutup pada Minggu (7/8/2016). Sementara pelaksanaan proses penjaringan yang meliputi ujian tertulis dan ujian praktek akan diselenggarakan Minggu (21/8/2016).

Pada seleksi ini Pemdes Mulo hanya akan melakukan penjaringan untuk satu lowongan pembantu Kades. Hal ini agak berbeda dengan desa lain yang biasanya melakukan penjaringan perangkat desa dalam jumlah banyak untuk satu kali seleksi.

Dari tiga padukuhan yang ada, masing-masing memiliki perwakilan dalam sayembara ini. Padukuhan yang paling banyak mengusung perwakilan dalam penjaringan adalah Padukuhan Karangasem dengan 9 peserta, kemudian disusul Padukuhan Mulo dengan 5 peserta, sedangkan yang paling sedikit berasal dari Padukuhan Kepil sebanyak 4 peserta.

Sekertaris panitia seleksi, Sumarsidi, S.IP menyatakan antusiasme warga dalam mengikuti penjaringan perangkat desa yang cukup tinggi memberikan harapan besar bagi desa untuk bisa mendapatkan peserta terbaik dan berkualitas. Dari sekian banyak peserta, pastinya yang akan terjaring nanti adalah peserta yang benar-benar kompeten setelah melalui berbagai tahap seleksi.

“Tentunya saya merasa senang dengan jumlah peserta yang banyak ini. Peserta semakin banyak, berarti peluang desa untuk memiliki Kaur Keuangan yang kompeten semakin tinggi,” terangnya, Minggu (7/8/2016).

Panitia seleksi yang sekaligus menjabat sebagai sekretaris desa ini menambahkan, jumlah peserta yang semakin banyak ini kemungkinan bisa membuat tim penguji harus bekerja lebih keras. Namun hal ini diyakininya dapat diatasi oleh tim penguji yang hingga kini belum dibentuk.

“Kepala desa sudah mengusahakan sistem seleksi bersih dan transparan. Terkait tim penguji, hingga kini masih belum ditentukan dan akan ditunjuk secara mendadak untuk menghindari berbagai kemungkinan kecurangan,” tandasnya. (S.Yanto)

Komentar

Komentar