Pihak Kecamatan Patuk Membuat Terobosan Sambal Duren

oleh -
Daging duren dijadikan sambal. Foto : Atmaja
iklan dispar
Daging duren dijadikan sambal. Foto : Atmaja
Daging duren dijadikan sambal. Foto : Atmaja

PATUK ,(KH) — Setelah berhasil mengangkat dan mengembangkan produk makanan dari hasil bumi, kini pihak Kecamatan Patuk kembali membuat terobosan dengan mengoptimalkan makanan dari buah durian.

Musim duren yang hampir selesai membawa cerita tersendiri bagi para pedagang maupun warga yang mempunyai pohon durian. Di balik larisnya penjualan duren beberapa kendala masih dirasakan pedagang dan pemilik pohon durian.

“Banyak buah duren yang rasanya tidak manis, sehingga tidak laku terjual,” kata Tri penjual duren di jalan pintas kali pentung Patuk.

Ia menjelaskan duren yang tidak manis tersebut dikembalikan kepada petani duren. Hal ini dilakukan agar pedagang duren tidak mengalami kerugian. “Karena kami hanya mengambil untung dari penjualan duren sebesar Rp 3000 – 5000 setiap durennya,” jelas Tri.

Menanggapi hal itu pihak Kecamatan Patuk berinisiatif membantu agar duren yang tidak laku terjual dapat diolah kembali, sehingga bisa dipasarkan kembali dengan produk berbeda. “Kami mengajak beberapa mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) untuk membantu mengolah kembali duren tersebut,” ucap Camat Patuk, R. Haryo Ambar Suwardi.

Ia menjelaskan, dalam uji coba yang dilakukan bersama KKN Sanata Dharma Yogyakarta; duren yang tidak manis dapat diolah menjadi sambal duren. “Rasa enak ditambah aroma duren yang menambah cita rasa semakin nikmat,” jelasnya.

Untuk saat ini sambal duren tersebut masih dalam tahap pengembangan untuk citarasa. Ia berharap trobosan tersebut dapat membantu warga Patuk yang memiliki durian yang tidak manis.

“Rencanannya hasil terobosan ini akan dijadikan bidang kerjasama dengan warung makan yang ada di Kecamatan Patuk. Dengan demikian, duren yang tidak laku terjual masih dapat menguntungkan warga,” tandasnya. (Atmaja)

Komentar

Komentar