Membatasi Urbanisasi dengan Wisata Gogor Park dan Festival Durian

oleh -
Suasana Festival Durian. Foto : Atmaja
iklan dispar
Suasana Festival Durian. Foto : Atmaja
Suasana Festival Durian. Foto : Atmaja

PATUK, (KH) — Dalam rangka merintis pengenalan destinasi wisata Gogor park perangkat Desa Salam beserta warga mengadakan Festival Durian yang diadakan di Gogor Park Desa Salam, Kecamatan Patuk. Dengan memaksimalkan potensi destinasi wisata Gogorpark tersebut, diharapkan laju urbanisasi warga Desa Salam dapat ditekan Minggu (22/02/2015).

Acara Festival Durian mampu mengundang perhatian warga baik dari Kabupaten Gunungkidul maupun wisatawan luar daerah yang sedang berwisata ke Gunungkidul. Animo warga mulai terlihat sejak pukul 8.00 wib. Bahkan hingga pukul 12.00 wib masih terlihat wisatawan yang berdatangan pada acara tersebut.

“Acara festival durian selalu diadakan setiap musim durian tiba.  Terdapat tiga acara inti pada festival durian kali ini yakni lelang durian, kontes durian dan lomba makan durian,” kata Muhajir selaku panitia acara.

Ia menjelaskan tujuan dari acara tersebut; merupakan upaya untuk merintis dan mengenalkan destinasi wisata Gogorpark. Adapun konsep wisata Gogor Park berupa wisata outbond, home stay yang menyuguhkan pemandangan sunrise bagi para wisatawan.

“Dengan adanya perkenalan kepada warga diharapkan destinasi wisata Gogor Park dapat menjadi salah satu obyek wisata unggulan di Kecamatan Patuk,” jelasnya.

Kepada KH, ia menambahkan, destinasi wisata Gogor Park dapat membantu upaya menghambat laju urbanisasi warga Desa Salam. Secara khusus, lanjut dia sebagian pemuda Desa Salam selalu pergi bekerja ke luar kota.

“Sangat disayangkan, jika potensi lokal justru tidak diperhatikan,” kata Muhajir yang juga salah satu perintis Gogor Park.

Untuk acara festival durian tahun ini sekitar 1000 durian yang dikumpulkan oleh panitia sejak dua hari yang lalu. Bahkan pedagang yang ada disekitar Desa Salam dikumpulkan untuk menjual durian mereka dalam acara fetival tersebut. Untuk jenis durian, terdapat tiga jenis durian yakni Durian Mentega, Kencana Rukmi dan Petruk.

Ia berharap dari acara yang diadakan oleh swadaya warga Desa Salam dapat membuahkan hasil dengan menciptakan lapangan kerja bagi warga Desa Salam dan sekitarnya. “Laju urbanisasi dapat ditekan dengan cara menciptakan sebuah lapangan kerja salah satunya dengan memanfaatkan potensi lokal,” harapnya.

Sementara itu, Maria Wahyuningtyas (32) wisatawan asal Kediri mengatakan, acara festival durian menjadi acara tersendiri yang selalu dinantikannya. “Ini merupakan acara yang kedua setelah pada tahun sebelumnya kami sekeluarga juga hadir dalam acara ini,” ucapnya saat sedang membeli durian.

Ia mengaku mendapatkan informasi festival durian tersebut melalui media sosial twiter beberapa minggu yang lalu. Ia berharap festival durian dapat rutin dilaksanakan setiap tahun dan menjadi salah satu destinasi wisata yang berbeda di Kabupaten Gunungkidul.

“Adanya festival durian ini semakin menambah warna-warni  destinasi wisata yang ada di Gunungkidul,” tandas warga Kediri tersebut.(Atmaja/Tty)

Komentar

Komentar