Petani Untung Gunakan Pengairan Sistem Infus

oleh -
Petani cabai di Playen lebih untung dengan pengairan sistem infus. KH/ Edo
iklan dispar
Petani cabai di Playen lebih untung dengan pengairan sistem infus. KH/ Edo
Petani cabai di Playen lebih untung dengan pengairan sistem infus. KH/ Edo

PLAYEN, (KH)— Kelompok tani Gembuk Padukuhan Kernen, Desa Ngunut, Kecamatan Playen menerapkan sistem infus water dalam meningkatkan hasil tanaman cabai.

Ketua Kelompok Tani Gembuk Sarwo Pranoto, mengatakan, bahwa sistem ini mampu menghemat air, teknisnya, air sungai tidak akan langsung dialirkan ke lahan pertanian, namun ditampung dibak penampungan terlebih dahulu, kemudian disalurkan melalui selang kecil untuk menyiram tanaman cabai.

“Dengan sistem ini kita bisa hemat air, biaya, dan tidak memerlukan tenaga untuk menyiramnya,” Jelasnya, Sabtu (12/3/2016).

Sarwo Pranoto menambahkan, bahwa kelompok tani Gembuk mengembangkan jenis cabai keriting, jenis cabai yang dikembangkannya mengalami peningkatan setelah menggunakan sistem itu.

“Satu hektare produksi selama satu musim bisa mencapai tujuh sampai delapan ton, kalau menggunakan sistem biasa hanya enam ton,” Imbuhnya.

Saat ini, harga jual cabai yang mencapai Rp.20.000,00 per kilogram membuat para petani untung dengan ongkos produksi yang menggunakan sistem baru itu bisa dibilang cukup murah, proses penanaman cabai pun dengan sistem ramah lingkungan yaitu dengan menggunakan pupuk organik.

“Harga cabai ditingkat petani pernah mencapai Rp.36.000,00 per kg, petani mendapat untung lebih banyak, dengan menggunakan sistem itu tanaman juga mampu menghasilkan cabai yang berkualitas,” Pungkasnya. (Edo)

Komentar

Komentar