Pengunjung Menyakini Ritual Pembukaan Cupu Membawa Berkah

oleh -
iklan dispar

PANGGANG, kabarhandayani— Malam menunjukkan pukul 23.30 WIB, pengunjung memadati pelataran rumah Dwijo Sumarto, juru kunci cupu Kyai Panjala. Pelataran rumah itu menjadi penuh sesak. Hembusan dinginnya angin tak menyurutkan antusiasme pengunjung untuk sabar menunggu.
Mobil dan sepeda motor terus berdatangan menuju Padukuhan Mendak, Desa Girisekar, Panggang. Pengunjung berasal dari  warga lokal Gunungkidul, seputar DIY bahkan luar kota. Pengunjung yang datang dari jauh, sebagian telah sampai di lokasi lebih awal.
Seperti Saidi, pengunjung asal Tawangmangu sudah tiba sejak pukul 19.00 WIB beserta keluarganya. Ia datang jauh-jauh berharap mendapat berkah dari ritual tersebut.
“Kalau saya percaya saja, setiap datang ikut nyumbang bahan masakan dan ayam Jawa. Mudah-mudahan diberi kelancaran dalam wirausaha,” katanya Senin, 22/9/2014 malam.
Ia menambahkan, sejak delapan tahun terakhir mengunjungi, mengaku ada perubahan yang dirasakan. Kehidupan rumah tangga, perekonomian, kesehatan, serta hal-hal lain semakin membaik. Bahkan setiap tiga bulan sekali, ia menyempatkan mengunjungi kediaman Dwijo untuk melaksanakan kenduri dan bersedekah kepada warga sekitar.
Begitu juga dengan Jiman, seorang pedagang beras asal Sleman juga rutin mengunjungi salah satu ritual khas Kabupaten Gunungkidul ini. “Usaha saya semakin berhasil, mungkin ini berkahnya,” ujar Jiman.
Menurutnya, tidak mungkin ribuan pengunjung akan terus berdatangan tanpa merasakan hikmahnya, bahkan datang dari jauh, seperti Magelang, Wates, dan lainnya. (Kandar/Tty)

Komentar

Komentar