Pemudik Banjiri Gunungkidul, Pemkab Tak Akan Lakukan Karantina Massal

oleh -
Mudik dengan sepeda motor. Dok: Tempo.
iklan-idul-fitri-smkn3-wno

“Jangan sampai Gunungkidul menjadi tempat baru sebagai titik penyebaran. Kalau pemudik di Karantina dahulu dengan protokol ketat sebelum kembali berbaur dengan keluarga dan masyarakat akan jauh lebih aman,” tandas dia.

Semenjak usaha ditutup sementara waktu, jelas berdampak pada perekonomiannya. Tak hanya dirinya, beberapa karyawan yang sementara waktu tidak bekerja juga ikut merasakan akibatnya.

Dirinya sangsi, jika Pemkab sebatas mengeluarkan imabuan agar perantau tidak mudik terlebih dahulu. Kenyataannya jumlah pemudik semakin naik.

iklan kejari

Warga Wonosari ini mencoba memahami posisi peratau. Di kota tempat mengais rejeki mereka menghadapi hal yang dilematis. Sebab, opsi pulang kampong menjadi pilihan logis jika keadaan pandemi Covid-19 semakin memburuk. Jika tidak pulang, upaya bertahan hidup di tanah rantau menjadi persoalan yang pelik.

“Coba yang kerja di sektor buruh. Jika tidak kerja tidak ada hasil. Makan dan biaya tinggal bagaimana,” timpal Erwin.

Mestinya, sambung dia, Pemkab lebih awal melakukan antisipasi. Sejak kasus muncul di Jakarta persoalan pemudik harus menjadi perhatian. Hal itu mengingat tidak sedikit warga asal Gunungkidul melakukan urbanisasi di ibu kota.

“Kalau isolasi mandiri berjalan sesuai protokol nggak masalah. Jika tidak akan sangat berbahaya,” tukas Erwin. (Kandar)

hut gk kh

Komentar

Komentar