Pemuda Patuk Raih Culturepreneur Awards 2016

oleh -
Sugeng Handoko menerima penghargaan di Jakarta. KH/ Doc pribadi.
iklan dispar
Sugeng Handoko menerima penghargaan di Jakarta. KH/ Doc pribadi.
Sugeng Handoko menerima penghargaan di Jakarta. KH/ Doc pribadi.

PATUK, (KH)— Sugeng Handoko, Pemuda asal Desa Nglanggeran, Kec. Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta berhasil meraih Culturepreneur Awards 2016. Sebuah ajang kompetisi bagi Wirausaha Budaya yang diselenggarakan oleh PT Njonja Meneer.

Dimintai keterangan perihal hasil yang diraih tersebut, Sugeng mengaku sangat senang. Bagaimana tidak, ia mampu bersaing dan lolos terpilih sebagai pemenang favorit dari ratusan wirausaha budaya se-Indonesia.

Ia menuturkan, sebelum menjadi salah satu dari dua peraih pemenang favorit, awalnya ratusan peserta dijaring hingga menyisakan 32 peserta.  Lantas dipilih lagi menjadi 6 finalis yang kemudian dinobatkan sebagai pemenang untuk menerima penghargaan di Hotel Borobudur Jakarta 5 Maret lalu.

“Ajang ini diperuntukkan bagi pemuda pegiat bidang entrepeneurship dengan konteks budaya dan kearifal lokal,” ungkap Sugeng, Senin, (7/3/2016).

Menyampaikan salah satu latar belakang ajang yang telah dilaksanakan dua kali tersebut, Sugeng mengutarakan, Indonesia yang memiliki beragam suku dan budaya adalah berkah yang sangat luar biasa. Keragaman ini memberikan variasi budaya yang kaya dari Sabang sampai Merauke.

Maka, lanjut dia, harus terus digali serta dilestarikan. Keragaman dan orisinalitas budaya menjadi potensi kekayaan yang luar biasa terutama dalam sektor pariwisata. Enam pemenang berasal dari enam provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, JawaTimur, DI Yogyakarta, Bali, dan Kalimantan Tengah.

Para pemenang, lanjut dia, menggeluti berbagai bidang wirausaha budaya. Mulai dari pelestarian kampung batik, komunitas budaya, pelestari anyaman tradisional, dan seperti yang ia lakukan, usaha pariwisata dengan memanfaatkan potensi lokal.

“Semuanya dinilai juri memiliki jiwa inovasi dan kreativitas yang memiliki manfaat bagi masyarakat sekitar. Ada dampak kegiatan tersebut baik lokal maupun nasional, serta keberlanjutan dari kegiatan ini dari sisi inovasi dan kewirausahaan,” jelas Sugeng lagi.

Penganugerahan ini, imbuh Sugeng, juga sebagai apresiasi dan bentuk kepedulian dalam melestarikan budaya Indonesia. (Kandar)

Komentar

Komentar