Pameran dan Bursa Bonsai Komunitas “Serut”, Geliat Seniman Bonsai Gunungkidul

oleh -
bonsai
Salah satu Bonsai milik peserta pameran. (KH/Edi Padmo)

TEPUS,(KH),– Sebuah event pameran, Bursa dan kontes Bonsai di gelar di Rest Area Cingkrang Hills, Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, Gunungkidul. Event ini di selenggarakan oleh Komunitas Seniman Bonsai Ruas Selatan (Serut), tanggal 18 Juni dan berakhir pada tanggal 22 Juni 2021 nanti.

Mengambil momen launching Desa Wisata Tepus dan Rest Area Cingkrang Hils, pameran diikuti oleh puluhan seniman Bonsai dengan ratusan karya Bonsai.

Peserta pameran tidak sebatas diikuti oleh seniman lokal Gunungkidul, tapi dari beberapa daerah di wilayah DIY, Kabupaten Bantul, Sleman dan Kulonprogo. Mereka tergabung dalam komunitas komunitas-pecinta Bonsai.

Suyidno (48), ketua panitia pameran sekaligus ketua komunitas “Serut” menyatakan bahwa event ini mendapat sambutan yang luar biasa dari para penghobi bonsai.

“Target awal kami menampilkan 250 bonsai, tapi yang ikut akhirnya ada 322 bonsai,” terangnya, saat ditemui di lokasi pameran, Jumat (18/6/2021).

Suyidno melanjutkan, ide awal dari penyelenggaraan event ini adalah banyaknya pengunjung wisata yang akan ke pantai, yang berhenti di depan rumah warga yang di depannya memajang bonsai.

“Wisatawan yang lewat ke arah pantai, berhenti untuk membeli Bonsai, dari hal itu kami ada ide untuk membuat semacam tempat atau showroom buat memajang bonsai dari warga Tepus,” lanjutnya.

Dengan mengambil moment launching Rest Area Cingkrang Hils, maka event ini diselenggarakan sebagai rintisan untuk mewadahi karya para seniman Bonsai khususnya yang berasal dari Kapanewon Tepus.

“Dengan kegiatan ini semoga bisa ikut membantu pengembangan ekonomi masyarakat,” harapnya.

bonsai
Pameran Bonsai. (KH/ Edi Padmo)

Gareng Ardiansah (39), salah satu panitia dan peserta mengatakan bahwa disamping pameran, panitia juga menggelar kontes dan bursa atau jual beli bakalan Bonsai.

“Anggota Komunitas “Serut” ada sekitar 112 anggota, selama pandemi kegiatan hobi Bonsai ternyata tidak mengalami penurunan, bahkan semakin meningkat. Hal ini otomatis sangat membantu perekonomian kami,” terangnya.

Gareng melanjutkan, pada event ini, juga diisi edukasi bagi para penghobi sekaligus pencari (pendongkel)  bakalan Bonsai.

“Kami punya harapan, agar hobi berburu Bonsai juga diikuti dengan penanaman kembali, atau budidaya Bonsai dengan sistem cangkok atau biji. Karena, jika terus mengambil di alam, maka beberapa jenis pohon Bonsai bisa punah,” tandas Gareng.

Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, acara launching Desa wisata dan Rest Area Cingkrang Hils, dibuka oleh Dinas Pariwisata Gunungkidul, dan dihadiri oleh Forkompinka Kapanewon Tepus. (Edi Padmo)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar