Tempat Kongkow Berpadu dengan Bonsai

oleh -
Kafe
Omah Bonsai (IG Omah Bonsai)

WONOSARI, (KH),– Kemasan kafe, tempat kongkow atau warung kuliner semakin beraneka ragam. Seperti yang dibuka di Selang, Wonosari, Gunungkidul ini. Konsepnya memadukan dua hobi pemiliknya.

Pendiri, Budi Budayana (40) kebetulan menyukai tanaman bonsai. Mantan karyawan bank ini juga punya hobi jalan-jalan dan kulineran. Setelah memutuskan berhenti dari perusahaan layanan keuangan, dirinya membuka kafe. Tempat nongkrong dengan berbagai menu tersebut juga menjadi tempat memajang bonsai.

“Aneka bonsai juga menjadi sarana mempercantik dan memperindah kafe,” kata dia Rabu, (24/11/2021). Setahu dia, konsep tersebut belum ada di Gunungkidul.

Saat dibuka, momentum diakui tak begitu tepat. Pasalnya, masih berada dalam situasi Pandemi COVID-19. Tepatnya, bapak 4 anak ini membuka kafe sekitar 6 bulan lalu.

Dalam masa rintisan, terpaksa pernah tutup beberapa waktu akibat kebijakan pemerintah menerapkan PPKM. Saat dibuka kembali hingga saat ini ia tak begitu mengejar keuntungan.

Kafe
Budi Budayana pemilik Omah Bonsai. (KH)

“Yang penting jalan dulu. Semoga situasi membaik dan usaha ini memberi profit,” ujarnya.

Di kafe bernama Omah Bonsai itu ia menyediakan berbagai menu makanan dan minuman. Yang unggulan ada Sop Iga, Iga Gonso dan Sop buntut. Ada juga nasi goreng, soto, dan aneka Chines food. Minumnya tak kalah beragam, ada teh poci, teh selera anak muda, wedang serai, serta aneka kopi dan susu. Harga yang dipatok untuk tiap menu cukup terjangkau, kisarannya Rp5 hingga Rp35 ribu.

Adapun bonsai yang dipajang mulai dari bahan serta setengah jadi tersedia di Omah Bonsai. Harganya berkisar dari Rp50.000 hingga Rp5 jutaan untuk jenis Anting Putri.

“Peminat bonsai justru banyak dari orang luar. Di Gunungkidul banyak penghobi bonsai yang lebih memilih nyari di alam langsung,” imbuhya. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar