Dompet Dhuafa Ajak Influencer Kunjungi 2 Kelompok Usaha Dampingan

oleh -
oleh
dompet dhuafa
Kunjungan Dompet Dhuafa bersama influencer ke Kerajinan Lurik Arana. (dok. DD)
iklan dprd

YOGYAKARTA, (KH),– Menyambut bulan suci Ramadan 1445 H, Dompet Dhuafa Yogyakarta menyelenggarakan Care Visit bersama 30 peserta influencer dan komunitas ke dua tempat binaan Dompet Dhuafa Yogyakarta.

Masing-masing yakni di Kampung Edukasi  Aloeland, Kecamatan Ngilpar Kabupaten Gunungkidul dan kelompok usaha Lurik Arana di Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. “Kunjungan ini dilakukan awal Maret 2024 lalu,” kata Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta Muhammad Zahron.

“Kegiatan Care Visit Ramadan ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan sebagai upaya syiar zakat dalam bentuk program pemberdayaan yang dilakukan Dompet Dhuafa Yogyakarta,” jelasnya.

Kunjugan dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban pengelolaan dana dari para donatur. Dengan Care Visit ini diharapkan masyarakat percaya dengan pengelolaan dana zakat di Dompet Dhuafa Yogyakarta melalui program zakat porduktif.

iklan golkar idul fitri 2024

“Sehingga program pemberdayaan dapat lebih berkembang. Program baik yang lain diharapkan dapat menjagkau sasaran yang lebih luas lagi,” kata Zahron lagi.

Idris Kurniawan selaku perwakilan dari BMT Bina Insani menilai, kegiatan usaha penerima dampingan Dompet Dhuafa punya potensi perekonomian yang mampu berdampak bagi warga sekitarnya. Seperti Kampung edukasi Aloeland dan Lurik Arana.

‘Atas dasar kebermanfaatan, BMT Bina Insani kerap terlibat dalam berbagai kesempatan pendampingan,” ungkap Idris.

Alan, pemuda asal Nglipar mengucapkan terimakasih atas dampingan dan bantuan yang diberikan kepada Kampung Edukasi Aloeland selama ini.

Ia mengaku, mulanya warga masih enggan untuk turut menanam lidah buaya. Padahal, tanaman ini sangat potensial terhadap peningkatan perekonomian.

“Alhamdulilah dengan adanya dampingan program dari Dompet Dhuafa Yogyakarta kini masyarakat semakin tertarik untuk menanam. Termasuk mengolahnya menjadi beberapa produk olahan yang laku di pasaran. Kini taraf perekonomian warga sekitar lebih meningkat,” terang Alan.

Dompet Dhuafa Ajak Peserta Visit Care Belajar Cara Membuat Olahan Lidah Buaya dan Membuat Kain Lurik

Di Kampung Edukasi Aloeland para peserta care visit belajar bagaimana cara menanam, merawat, memanen serta mengolah Aloevera menjadi olahan makanan yang aman untuk dikonsumsi. Adapun salah satu bentuk olahannya berupa minuman Aloevera.

Sementara itu, di kerajinan Lurik Arana Para peserta belajar bagaimana cara membedakan kain yang dibuat dengan mesin seta kain yang dibuat dengan alat tradisional.

Selain itu peserta diajarkan cara membuat kain lurik dari tahap ‘klosing’ yaitu mengikat benang (nyucuk), tahapan pembuatan motif (skir) dan menenun.

“Kerajinan kain lurik merupakan program berbasis kelompok pemberdayaan yang dikelola oleh Suyatmi sejak 2007. Dompet Dhuafa Yogyakarta datang dan mulai mendampingi pada tahun 2018 silam,” terang Zahron.

Mulanya, pendampingan dimulai di Dusun Tlingsing yang lantas berkembang menjadi kelompok mandiri berskala lebih besar.

“Kerajian kalin lurik ini sudah dikembngkan menjadi produk turunan seperti tas, baju, dan topi dengan pemasaran yang sudah mencapai luar pulau Jawa,” imbuh Zahron.

Suyatmi menuturkan, dampingan dari Dompet Dhuafa membuat usaha yang digeluti makin berkembang. Utamanya dalam hal pemasaran. Dirinya tidak merasa khawatir lagi menganai pemasaran dan persaingan pasar.

Arifah, salah satu peserta kagum dengan dengan kegiatan kelompok kerajinan Lurik Arana. Dia mengaku senang melihat langsung sekaligus belajar proses pembuatan kain lurik.

“Mudah-mudahan ada kesempatan lagi belajar di sini, termasuk ke lokasi dampingan yang lain,” ujarnya. (Kandar)

Baca Berita Lainnya di Google News.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar