Menyiapkan Bawang Putih Gunungkidul Raih Pasar Di Tengah Serbuan Bawang Impor

oleh -
Sugiman dengan benih bawang putih yang disiapkan untuk ditanam. (KH/Kandar)
kadhung tresno

Cerita Sugiman, Sungkono tinggal memiliki 10 bungkul. Sementara Paidi sedikit lebih banyak. Dari sisa-sisa benih itu kemudian dikembangkan. Sementara itu upaya pengumpulan dari anggota kelompok lain juga dilakukan.

“Dua tahun lalu dari dua kelompok tani terkumpul 35 kilogram bawang putih yang kemudian dijadikan benih. Saat dipanen dari 35 kilogram menjadi 217 kilogram,” terang Sugiman.

Stimulan Dinas Pertanian dan Pangan Untuk Pengembangan

Melihat kegigihan petani, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul memberikan stimulan untuk pengembangan bawang putih lokal. Dari alokasi APBD kelompok tani difasilitasi benih dan sarana prasarana produksi diantaranya pupuk sebagai salah satu respon guna mengembalikan kejayaan bawang putih di Kapanewon Playen.

“Benih dari beberapa petani sebanyak 100 kilogram dibeli dinas kemudian diserahlan ke anggota kelompok yang berjumlah 15 orang serta ke kelompok tani lain untuk ditanam kembali,” kata Sugiman lagi.

Sugiman berada di lahan petani yang lebih dulu menanam bawang putih. (KH/ Kandar)

Menurutnya, kelemahan lumbu putih dibanding bawang impor yakni dalam hal ukuran. Lumbu putih jauh lebih kecil dari bawang impor atau cutting. Hal ini juga menjadi salah satu faktor sulitnya pemasaran yang berbanding lurus dengan rendahnya minat petani untuk menanamnya.

“Tapi kata banyak orang rasanya lebih mantap bawang lokal,” timpal Sugiman mengutarakan keunggulan bawang varietas lumbu Putih.

Lebih jauh disampaikan, jika selesai panen musim padi ke dua atau sekitar Bulan Juli mendatang, benih sejumlah 100 kilogram dari dinas serta sebagian lain dari swadaya petani akan segera ditanam. Saat ini, sebagian kecil petani telah menanamnya.

Sugiman berharap, kelak panenan bawang putih mendapat tempat di pasaran. Ia tidak mempersalahkan meski harga lebih murah dari bawang impor. “Asal laku, lebih murah tidak apa-apa,” harap Sugiman.

Komentar

Komentar