Manfaatkan Lahan Tidur untuk Mencukupi Kebutuhan Pangan

oleh -
Letkol Psk Dili Setiawan menanam pepaya secara simbolik. Foto : Juju
iklan dispar
Letkol Psk Dili Setiawan menanam pepaya secara simbolik. Foto : Juju
Letkol Psk Dili Setiawan menanam pepaya secara simbolik. Foto : Juju

PLAYEN, (KH) — Untuk menciptakan swasembada pangan, Wing 1 Pasukan Khas Detasemen Pertahanan Udara 474 Lanud Adisutjipto Yogyakarta menanam ribuan bibit pepaya di sekitar Lanud Gading, Playen, Sabtu (18/3/2015).

Komandan Denhanud 474 Paskhas Lanud Adisutjipto, Letkol Psk Dili Setiawan mengatakan, penanaman bibit pepaya dimaksudkan sebagai optimalisasi lahan tidur serta mendukung program pemerintah Jokowi dalam swasembada pangan.

“Ada sejumlah lahan yang bisa dioptimalkan untuk tanaman pangan. Dengan cara ini kita bisa meningkatkan ketahanan pangan seperti yang dicanangkan pemerintah,” katanya.

Dili menegaskan, upaya menciptakan ketahanan pangan bukan satu-satunya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh komponen masyarakat. Dalam kesempatan tersebut pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ambil bagian.

Dili menjelaskan, melihat faktor iklim serta kondisi angin, tanaman pepaya dinilai tepat jika dikembangkan di Gunungkidul. Tanaman tersebut mampu bertahan hidup dengan kebutuhan air yang sedikit. Pihaknya menggandeng pihak ketiga untuk mengoptimakan tanaman tersebut.

“Di lahan seluas 12 hektar akan kita konsentrasikan untuk satu produk saja (pepaya). Menurut perhitungan kita, buah ini akan mampu mencukupi kebutuhan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah,” tuturnya.

Sementara, dijumpai dalam kesempatan yang sama, Teknical Support, PT Natural Nusantara (Nasa), Ir Adhy Nugroho mengatakan, ada dua jenis pepaya yang dikembangkan, di antaranya pepaya bangkok dan kalifornian.

Benih pepaya yang diambil dari IPB ini dipercaya memiliki keunggulan. Pepaya jenis ini juga banyak dibutuhkan di pasaran seperti beberapa supermarket dan pasar di DIY dan Jawa Tengah.

“Usia penananaman hingga berbuah hanya membutuhkan waktu 6-7 bulan. Dengan teknologi Nasa, masa panenan juga bisa mencapai 3 tahun,” terangnya. (Juju)

Komentar

Komentar