Lastri Berjualan Jamu Tradisional sejak Tahun 1985

oleh -
kadhung tresno

pedagang jamu

PLAYEN, (KH) – Nasib orang memang tidak ada yang tahu, akan tetapi manusia bisa berusaha untuk merubah nasibnya di kemudian hari. Banyak orang sukses yang diawali dari bawah. Berkat usaha keras yang dilakukan, banyak orang yang sukses dan menjadi orang yang mapan. Akan tetapi ada juga yang sudah banting tulang, namun nasibnya masih belum beruntung.

Lastri (50) warga Giwangan, Kota Gede, Yogyakarta sudah pernah malang melintang di Yogyakarta. Kini menetap di dusun Glidak Desa Siyono dan melanjutkan usahanya menjual jamu tradisional di Pasar Playen. Saat ditemui KH selasa (10/2/2015) di sela-sela melayani pembeli, lastri menceritakan bahwa ia pertama kali berjualan jamu di Pasar Giwangan Yogyakarta pada tahun 1985.

Karena mempunyai tanah di Gunungkidul, akhirnya Lastri memutuskan untuk tinggal di Gunungkidul dan meneruskan berjualan jamu di Pasar Playen. Lastri belum lama mulai berjualan di Pasar playen; sekitar 3 bulan yang lalu ia mulai berjualan.

Lastri berjualan di Pasar Playen tempat ia mengais rezeki. Setiap hari Lastri mulai berjualan jamu pada pukul 03:00 WIB sampai pukul 09:00 WIB. Dalam sehari bisa menghabiskan 20 botol jamu.

Jamu yang dijual Lastri ada berbagai macam, seperti jamu sirih yang berkhasiat untuk menghilangkan bau mulut dan mencegah kerusakan gigi; jamu kunir asem untuk menghilangkan rasa sakit atau pegal-pegal di tubuh; jamu beras kencur untuk menambah stamina; dan jamu gebyur untuk para ibu yang habis melahirkan agar asi yang dikeluarkan lancar.

Cara membuatnya cukup mudah. Bahan-bahan pokok diparut dan dicampur air, kemudiam diperas dan direbus selama satu jam. Setelah diendapkan selama 30 menit, kemudian disaring dan dimasukan ke botol.

Jamu yang dijual Lastri per botol dihargai Rp.3000,00,- ,Sementara untuk orang yang mau kulakan, jamu dihargai Rp.2.500,00,- per botol. Pelanggannya berasal dari para pedagang di pasar, maupun warga sekitar.

“Pendapatan per hari Rp.60.000,00,- , alhamdulilah bisa untuk mencukupi kehidupan sehari-hari,” pungkas Lastri. (Edo/Tty)

Komentar

Komentar