Lahan Kering, Gunungkidul Bisa Memproduksi Padi Berkualitas Baik

oleh -
Panen Raya Padi Lahan Kering di Gunungkidul. KH/Andri
iklan dispar
Panen Raya Padi Lahan Kering di Gunungkidul. KH/Andri
Panen Raya Padi Lahan Kering di Gunungkidul. KH/Andri

PLAYEN, (KH) — Luasnya lahan kering yang ada di Gunungkidul, kini tak lagi menjadi penghalang untuk mewujudkan ketahanan pangan dan menciptakan produksi pertanian yang layak konsumsi. Hal ini lantaran Gunungkidul tengah berupaya mengembangkan model mandiri, benih berbasis masyarakat di wilayahnya.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian BPTP DIY, Dr. Sudarmaji menjelaskan, kendati Gunungkidul memiliki 42.000 hektare lahan kering, pihaknya yakin, bahwa Gunungkidul mampu mengembangkan sebuah model benih berbasis masyarakat tersebut. Ia mengatakan, selama ini Gunungkidul mengembangkan padi tanpa sertifikat. Oleh BPTP hal ini dijadikan pokok permasalahan yang semestinya diselesaikan BPTP untuk memberikan jenis padi yang bersertifikat, dan kini hasilnya terbukti baik.

“Total lahan kering di Kabupaten Gunungkidul ada 42.000 ha dan 7.000 ha lahan sawah irigasi, dengan total kebutuhan benih mencapai 2245 ton/tahun,” ucap Sudarmaji, Selasa (30/06) siang.

Ia lebih lanjut menjelaskan, untuk terus mendorong berjalan lancarnya program ini, pihaknya sudah mengerahkan 20 penangkar non-formal dengan display produksi benih seluas 1 ha.

”Bahkan, kita melakukan sekolah lapang di masing–masing wilayah seluas 2 ha dengan total lahan seluas 40 ha, dan nantinya ada 6 ha tambahan bagi 20 penangkar yang mampu menjadi juara 1,2, dan 3,” pungkasnya. (Andri)

Komentar

Komentar