Pengembangan Model Mandiri Benih Berbasis Masyarakat Jadi Terobosan Padi Gunungkidul Bersertifikat

oleh -
kadhung tresno
Bupati dan Kepala BPTP melakukan panen padi bersertifikat. KH/Andri
Bupati dan Kepala BPTP melakukan panen padi bersertifikat. KH/Andri

PLAYEN, (KH) —Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar panen display produksi benih padi unggulan di Dusun Sawahan II, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Selasa (30/06/2015). Ini merupakan upaya BPTP melakukan pengembangan model kawasan mandiri benih berbasis masyarakat.

Bupati Gunungkidul, Hj Badingah Ssos berharap ke depannya Gunungkidul bisa menghasilkan padi yang layak dan mendapat sertifikat baik untuk dikonsumsi. Ia menjelaskan sejauh ini petani Gunungkidul belum mampu memproduksi jenis padi yang khas dan bersertifikat.

“Kami sangat berharap petani Gunungkidul mampu menghasilkan padi yang berkualitas dan bahkan bersertifikat,” ucapnya.

Badingah juga menambahkan bahwa Pemkab Gunungkidul sangat mengapresiasi BPTP yang menunjukan perhatiannya terhadap lahan yang ada di Gunungkidul dan memilih Gunungkidul sebagai tempat pertama yang dipilih sebagai tempat pengembangan model kawasan mandiri benih berbasis masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan Pemkab Gunungkidul terhadap program ini, ke depannya Pemkab juga akan memberikan sejumlah fasilitas agar para petani bisa maksimal dan memberikan hasil terbaiknya.

“Kita yakin meski tidak semua lahan di Gunungkidul masih ada yang mengalami kekeringan,” pungkasnya.(Andri)

Komentar

Komentar