GPP Luncurkan Belalang Gunungkidul

oleh -
iklan dispar

PALIYAN, kabarhandayani.– Galeri Perak Pampang (GPP) akan me-launching produk barunya pada saat Pameran Potensi Gunungkkidul yang digelar mulai besok, berupa kerajinan perak dan tembaga bakar motif belalang. Produk baru tersebut diberi nama Belalang Gunungkidul Handayani.

Suratman Ketua Pengelola Galeri Perak Pampang mengungkapkan, bahwa produk baru ini merupakan salah satu produk unggulan GPP dalam meningkatkan daya tarik dan kualitas kerajinan perak Gunungkidul bagi wisatawan.

“Kita melihat potensi yang ada di Gunungkidul, banyak sekali yang telah menjadikan belalang sebagai makanan khas daerah ini, sehingga kami sebagai pengrajin perak saat ini ingin mengenalkan sebuah produk baru agar dapat menjadi salah satu ikon Gunungkidul juga, yaitu perak belalang,” jelas Suratman, saat ditemui di GPP, Senin (2/6/2014).

Suratman memunculkan ide ini setelah mendengar langsung dari beberapa wisatawan yang menyatakan kurangnya keragaman oleh-oleh khas Gunungkidul. Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa menurut para wisatawan belalang goreng saja tidak cukup untuk dijadikan sebagai oleh-oleh karena sifatnya baru sekadar jajanan pangan. Karena itu, ia dan beberapa perajin di Pampang mengambil inisiatif menciptakan produk ini agar oleh-oleh bertema belalang makin variatif ragamnya.

“Kalau belalang goreng telah lama dikenal. Dan kami menangkap peluang ini ada, sehingga kami ciptakan jenis belalang dalam bentuk kerajinan perak dan tembaga,” lanjutnya.

Produk kerajinan perak dan tembaga bakar motif belalang yang diperkenalkan GPP, lanjut Suratman, memiliki bermacam variasi harga, tergantung ukuran yang dipesan pembeli. Untuk produk tembaga bakar ukuran 25-30 cm dibanderol dengan harga Rp 750 ribu, dan produk perak dipatok dengan harga Rp 1,5 juta. Sementara untuk ukuran kecil seperti bros, liontin dan gantungan kunci berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu.

“Nanti kalau belinya banyak pasti harganya bisa turun. Sekarang produk ini telah dipesan beberapa galeri di Jakarta,” pungkasnya. (Sumaryanto/Jjw).

Komentar

Komentar