FKY, Habiskan Dana 1 Milyar Diikuti 2000-an Seniman

oleh -
Pembuatan karya seni Instalasi, salah satu persiapan FKY 2016 di Gunungkidul.
iklan dispar
Pembuatan karya seni Instalasi, salah satu persiapan FKY 2016 di Gunungkidul.
Pembuatan karya seni Instalasi, salah satu persiapan FKY 2016 di Gunungkidul.

WONOSARI, (KH)— Agenda Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) XXVIII di Kabupaten Gunungkidul sebentar lagi digelar. Kegiatan ini akan menampilkan karya seni budaya yang ada di DIY dan khususnya Gunungkidul sebagai penyelenggara.

Rangkain pelaksanaan, sebagaimana disampaikan Ketua Umum Panitia penyelenggaraan, CB Supriyanto, FKY akan berlangsung selama 5 hari, (3-7 September 2016).

Ia sebutkan beberapa agenda yang telah dijadwalkan, ada Pawai seni, karya instalasi, tari kolosal, kethoprak, parade karawitan dan tari anak, pentas reog, Jathilan, parade karya tari terbaik se-Gunungkidul, pameran seni rupa, dan Pasar seni FKY, Wayang kulit kolaborasi serta masih banyak lagi.

Sedangkan dari luar Gunungkidul yang ikut terlibat beberapa diantaranya ada Wayang kampung sebelah, Fire Dance, parade musik kreatif Jiwa Nusantara, SwaraSwarga, Acapela Mataraman, musik kolaborasi Kidung Etnosia dan lain-lain.

Kegiatan ini dipusatkan di seputar alun-alun Pemda Gunungkidul dan kawasan Taman Kuliner Wonosari. “Penyelenggaraan menggunakan Pagu anggaran Danais 1 Milyar, kisaran seniman yang terlibat ada 2000-an,” ujar CB Supriyanto, Rabu, (9/1/2016).

Ia menambahkan, tujuan diadakannya FKY ini untuk menunjukkan bahwa Yogyakarta memang pusatnya seni budaya. Slogan “Masa depan, hari ini dulu” mengandung maksud melalui FKY mencoba untuk meneropong suatu masa, di detik, menit, jam, tahun, bahkan abad mendatang, dengan fenomena kebudayaan sebagai titik acu ide.

“Hari ini, adalah masa depan dari kemarin. Apa yang tampak pada kebudayaan saat ini merupakan akumulasi dari apa yang digagas, diinterpretasi, diantisipasi, hingga diwujudkan oleh kebudayaan sebelumnya,” papar dia.

FKY pada dasarnya merupakan ruang yang memberikan dua bentuk kemanfaataan bagi masyarakat, yaitu profit dan non-profit. Melalui kegiatan rutin Pasar Seni telah dapat memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat, baik pelaku seni maupun masyarakat sekitarnya.

Selain itu, event FKY dapat memberikan kemanfaatan secara psikologis, yaitu sebagai ruang untuk bermain, berjalan- jalan, bersantai bersama pasangan, maupun keluarga untuk menikmati berbagai hal yang berkaitan dengan seni dan budaya.

Dia meyanyangkan, ada karya seni budaya yang belum bisa terakomodir pada pelaksanaan FKY kali ini, yaitu seni sastra. Ia menganggap bahwa keseluruhan pementasan masih dominan mengenai seni pertunjukan.

Materi seni budaya yang belum tergarap juga masih ada, sambung dia, mengenai menunjukkan seperti apa rumah tradisional, upacara adat yang dikemas menjadi pertunjukkan, atau juga misalnya ada lomba pidato bahasa jawa dan lainnya. (Kandar)

Komentar

Komentar