Dua Puluh Luka Jahitan Akibat Bermain Kembang Api

oleh -
iklan dispar

WONOSARI,kabarhandayani,– Di balik keindahan kembang api yang mengeluarkan berbagai warna yang indah, ada dampak buruk yang harus dijaga dan diwaspadai, karena bisa berakibat fatal bagi tubuh kita dan orang orang di sekitar kita.
Denis Setiabudi (26) warga Kedok Ploso,Pengkol,Nglipar adalah korban permainan kembang api pada malam takbir.  Kejadian yang sangat menyedihkan ini terjadi ketika  ia dan sanak saudaranya berkumpul dan ingin ikut memeriahkan malam takbir setelah berbuka puasa pukul 18.30 wib. Maksud hati untuk bersenang-senang dan memeriahkan malam takbir kali ini   bersama sanak saudaranya, akan tetapi takdir berkata lain , kemeriahan malam  itu berubah manjadi kesedihan ,canda dan tawa berubah menjadi tangis dan air mata.
Lela Ernawati (28) kakak korban, mengungkapkan, pada saat kembang api di nyalakan, letusan pertama, kedua, ketiga lancar, api berwarna warni manyala di angkasa, akan tetapi letusan terakhir kali tidak meletus di angkasa ,melainkan meletus pada genggaman tangan korban, Serentak Telapak tangan korbanpun mengeluarkan darah segar yang menetes, hingga membuat sanak saudara korban yang ada di sampingnya panik bingung bercampur sedih.
Beberapa saat kemudian Denis dibawa menuju puskesmas dan dokter terdekat guna pertolongan pertama mencegah keluarnya darah dari telapak tangannya.  Namun Puskesmas Nglipar dan Dokter pratek yang berada di dekat rumahnya tidak bisa menangani. “Lukanya sangat dalam dan Puskesmas menyarankan Adek supaya di bawa ke RSUD Wonosari,” kata Lela, Minggu (27/07/14).
Kepada KH, Lela menambahkan, rasa sedih bercampur dengan kelegaan setelah mendapati luka yang di derita adiknya tidak terlalu fatal. Biasanya sampai mengerikan jika ada korban terkena ledakan kembang api. ” Lega rasanya melihat Denis bisa di bawa pulang, walaupun sedih melihat adik tidak bisa bersalaman saat lebaran nanti, namun kami tetap bersyukur karena lukanya tidak terlalu parah,” imbuhnya.
Menurut  Dr.Komang,  luka yang dialami Denis lumayan parah karena telapak tangan kanan Denis harus mendapatkan 8 jahitan dan di tangan kirinya yang lebih parah mendapatkan 12 jahitan. Dr.Komang menjelaskan pihaknya harus membersihkan terlebih dahulu telapak tangan korban. ” Kedua telapak tangan korban harus dibersihkan dahulu sebelum dijahit, karena lukanya bercampur dengan sisa bubuk mesiu, jadi riskan terjadi infeksi jika tidak betul-betul bersih,” paparnya
Ia menambahkan,  setelah melihat kejadian ini kita harus waspada dan berhati hati dalam menyalakan dan bermain kembang api , “Jangan sekali-kali menyalakan kembang api dengan digenggam pada tangan, akan lebih baik jika diikat pada tiang agar keselamatan kita tetap terjaga,” pungkasnya.(Atmaja/Tty)

Komentar

Komentar