Dropping Air Di Gunungkidul Distop

oleh -
Dwi Warna, Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Gunungkidul, Foto: KH/ Maria Anjani
iklan dispar
Dwi Warna, Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Gunungkidul, Foto: KH/ Maria Anjani
Dwi Warna, Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Gunungkidul, Foto: KH/ Maria Anjani

WONOSARI,(KH)–Dropping air oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Gunungkidul kepada sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan pada musim kemarau, dinyatakan sudah dihentikan.

Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Gunungkidul, Dwi Warna Widinugraha pada Jumat (18/12) menjelaskan, dropping air dinyatakan dihentikan setelah pihaknya mengundang camat dari seluruh Gunungkidul pada beberapa waktu lalu (13 Desember 2015). Dari pertemuan tersebut diketahui bahwa wilayah Gunungkidul sudah memiliki persediaan air, berasal dari curah hujan yang sudah cukup tinggi.

Dwi Warna menambahkan alasan, pada dua pekan setelah musim penghujan dimulai, pihaknya masih menjalankan dropping. Bahwa Dinsosnakertrans masih memperkirakan air yang dimiliki warga masih belum cukup bersih.

“Saat ini kita sudah cukup yakin air bersih dan sudah aman untuk dikonsumsi oleh warga,” tuturnya.

Ketika disinggung soal anggaran dropping air, Dwi menyebutkan ada sisa anggaran sekitar Rp. 125 juta. Karena pada musim kemarau lalu, anggaran yang digunakan hanya Rp100 juta.

Anggaran dropping air, sebetulnya sebesar Rp. 699 juta, berasal dari APBD 2015. Untuk selanjutnya pihaknya mengajukan tambahan dana APBD P 2015 sebanyak Rp. 225 juta.

“Kami mengetahui angka sisa itu, meskipun pelaporan masih belum selesai kita susun dalam format tertulis. Dan sisa dana anggaran ini, kita kembalikan.” urainya. (Maria Anjani).

Komentar

Komentar