Dinsosnakertrans Beri Bekal Kewirausahaan Kelompok Usaha Mekar Sari

oleh -
Pelatihan Kelompok Usaha Mekar Sari Padukuhan Kulwo, Desa Bejiharjo, Karangmojo. Yolanda.
iklan dispar
Pelatihan Kelompok Usaha Mekar Sari Padukuhan Kulwo, Desa Bejiharjo, Karangmojo. Yolanda.
Pelatihan Kelompok Usaha Mekar Sari Padukuhan Kulwo, Desa Bejiharjo, Karangmojo. Yolanda.

KARANGMOJO, (KH)— Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinasosnakertrans) Gunungkidul memberikan pembekalan kewirausahaan kepada kelompok usaha Mekar Sari padukuhan Kulwo, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul.

Pembekalan yang dilaksanakan pada tanggal 21-23 September 2016 di Balai Padukuhan setempat diikuti oleh 20 peserta dari kelompok ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Padukuhan Kulwo.

“Pembekalan ini diadakan berlandaskan keputusan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta atas himbauannya kepada warga Yogyakarta khususnya para wanita untuk tidak berniat menjadi TKW di luar negeri,” kata pendamping kegiatan dari Dinasosnakertrans, Joko.

Pembekalan kewirausahaan, sambung dia, sebagai salah satu upaya mendorong masyarakat khususnya ibu-ibu untuk mampu menjadi wanita produktif yang bisa menghasilkan produk khususnya olahan makanan sehingga bisa dijual.

Tujuannya agar dapat membantu perekonomian keluarga. Pembekalan yang dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut itu diberikan materi secara teori pada dua hari pertama lalu pembekalan hari terakhir berupa materi secara praktik.

Pada segmen penyampaian materi secara teori diisi oleh Kepala Dinsosnakertrans Gunungkidul, yang menyampaikan tentang sikap-sikap yang harus dimiliki untuk memulai sebuah usaha. Beberapa poin penting diantaranya adalah niat yang tinggi, optimis, dan action/usaha yang didasari oleh rasa tulus ikhlas.

Pemateri lainnya, pemilik lembaga pelatihan di wonosari, Jumarni, mengulas mengenai 3 komponen yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha/wirausaha yaitu Skill atau kemampuan dalam membuat produk, knowledge atau pengetahuan dalam menciptakan varian-varian baru terhadap produk (kreatif dan inovatif), dan attitude atau sikap dalam memasarkan dan menjual produk.

Pemateri terakhir, Daryanti, menyampaikan materi dengan judul 34 tips menjadi pengusaha sukses. Materi yang disampaikan merupakan rangkuman dari materi-materi sebelumnya ini menguatkan niat dan optimisme 20 peserta kelompok usaha Mekar Sari untuk menentukan langkah selanjutnya dalam memulai menjadi kelompok wirausaha mandiri.

“kami berterimakasih sekali kepada Dinas Sosnakertrans atas ilmu yang diberikan kepada kami. Insyaallah kami akan mengamalkankan ilmu-ilmu yang kami dapat dan kami yakin bisa menjadi kelompok usaha mandiri yang sukses,” ujar Winarsih ketua kelompok usaha Meker Sari.

Sementara itu, pada hari terakhir pembekalan dilaksanakan secara praktik berlokasi di Pusat Pelatihan dan Pedesaan Swadaya (P4S) yang beralamatkan di Padukuhan Sumberjo, Ngawu, Playen, Gunungkidul. Pelatihan ini didampingi langsung oleh Suti Rahayu, pelopor sekaligus ketua P4S.

Suti Rahayu mengajarkan berbagai cara membuat berbagai olahan makanan dengan bahan baku yang dapat dengan mudah dijumpai di sekitar, seperti ketela/singkong. Ketela dapat diolah menjadi tepung mocaf dan menjadi beras mocaf lalu sayuran jenis terong dan pare diolah menjadi keripik, bonggol pisang diolah menjadi keripik dan abon.

Pada pelaksanaan praktik, peserta dapat langsung melihat dan mencoba secara langsung proses pembuatan setiap olahan makanan tersebut. Hal ini dimaksudkan agar peserta mempunyai pandangan, pengetahuan serta pengalaman akan usaha yang akan digeluti bersama kelompok nanti. (Yolanda)

Komentar

Komentar