Rumah BUMN Gunungkidul dan UGK Jalin Kerjasama Kenalkan Dunia Wirausaha ke Generasi Muda

oleh -
ugk
Penandatanganan kerjasama antara UGK dan Rumah BUMN Gunungkidul pada program pengenalan kewirausahaan ke generasi muda. (ist)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Universitas Gunung Kidul (UGK) menjalin kerja sama dengan Rumah BUMN Gunungkidul dalam rangka mengenalkan dunia wirausaha ke generasi muda. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara General Manager Rumah BUMN Gunungkidul, Edi Dwi Atmaja, S.Si., M.Psi., dengan Rektor UGK, DR. Drs. Djuniawan Karna Djaja., pada bulan Juli kemarin. Kerja sama itu juga menjadi bagian Tri Dharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Rektor UGK, DR. Drs. Djuniawan Karna Djaja, MPA., menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman antara Rumah BUMN Gunungkidul dengan UGK. Dia berharap UGK dapat memberikan kontribusi terbaik dalam bidang penelitian, riset, pertukaran data, dan pengabdian kepada masyarakat diantaranya bagi UMKM.

“Selain itu, UMKM dapat dijadikan tempat belajar mahasiswa dalam rangka program Merdeka Belajar: Kampus Merdeka (MBKM),” harap Rektor, Jumat (12/8/2022) di Gunungkidul.

General Manager Rumah BUMN Gunungkidul, Edi Dwi Atmaja, menyampaikan bahwa di tahun 2022 ini Rumah BUMN Gunungkidul memiliki beberapa program baru, salah satunya adalah mengenalkan dunia wirausaha kepada generasi muda.

Adapun beberapa program yang sudah berjalan antara lain Student Entrepreneurship Competition yang dilaksanakan pada bulan Maret kemarin, dan Student Entrepreneurship Incubation yang dilaksanakan bulan Mei hingga Juni kemarin. Sasaran kedua program tersebut yakni siswa SMA dan SMK.

UGK dinilai menjadi salah satu target sekaligus mitra realisasi program yang tepat. Karena, selain merupakan universitas pertama di Kabupaten Gunungkidul, UGK juga memiliki unit kegiatan kemahasiswaan berupa kewirausahaan.

“Pendekatan melalui generasi muda lebih-lebih berpendidikan diharapkan mampu melahirkan enterprenuer-entrepenur baru yang berkualitas. Entrepreneur produktif dari generasi muda terus-menerus harus diciptakan,” tandasnya.

Lebih jauh disampaikan, pemerintah menargetkan jumlah rasio kewirausahaan mencapai 3,95% di tahun 2024. Sementara saat ini baru mencapai 3,55% dari total penduduk Indonesia. “Maka perlu ditambah wirausahawan-wirausahawan baru yang tidak hanya meningkatkan rasio wirausaha, namun juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuh Edi.

Wakil Rektor III Bidang Alumni dan Kerjasama, Samsuharjo, S.Sos., M.P.A., berujar, kerja sama ini harapannya dapat menjadi salah satu bentuk sinergi guna mengoptimalkan potensi daerah yang belum dimanfaatkan.

Senada dengan Samsuharjo, Catarina Wahyu Dyah Purbaningrum, S.E., M.Pd. selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan juga menyampaikan bahwa kerja sama ini dapat mejadi cikal bakal munculnya komunitas Young Great Entrepreneurship.

“UGK memiliki UKM Kewirausahaan dan Rumah BUMN Gunungkidul memiliki UMKM dampingan dan co-working space, kedua hal tersebut dapat menjadi fasilitas bagi mahasiswa untuk belajar dan berkumpul,” tambahnya. (Kandar)

ucapan nataru pemkab
Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar