Cara Perupa Gunungkidul “Mangayubagyo” Pilkada

oleh -
Bertepatan dengan hari Pemilihan Kepala Daerah serentak, IPG melukis bersama (KH/ Edi Padmo)

WONOSARI, (KH),– Bertempat di Bangsal Sewoko Projo, Wonosari, Gunungkidul, sekitar 15 Perupa yang tergabung dalam Ikatan Perupa Gunungkidul (IPG) menggelar acara OTS (on the spot), melukis bersama.

Acara yang di mulai sekitar jam 10.00 WIB pagi ini tidak mengusung tema apapun selain kegiatan para Perupa Gunungkidul untuk ikut “mangayubagyo” perhelatan Pilkada serentak yang digelar hari ini, Rabu (9/12/2020).

“Tidak ada maksud apapun, ini sekedar cara kami untuk ikut berpartisipasi dalam “ewuh gedhen” Gunungkidul dalam memilih pemimpin,” ujar Herlan Susanto, Ketua IPG.

Dengan lesehan tampak para Perupa asik dengan kanvas dan cat yang dihadapinya. Secara visual yang di lukis para perupa menampilkan berbagai gaya aliran dalam seni rupa. Sugeng Riyadi, perupa dari Tegal sari, Siraman tampak asyik menggunakan pisau palet dalam memainkan catnya di bidang kanvas. “Ini ajang silaturahmi dengan teman-teman Perupa Gunungkidul, juga cara kami sebagai perupa untuk ikut mangayubagyo perhelatan Pilkada Gunungkidul,” ujarnya.

Hal senada juga di ungkapkan Andi Kartojiwo, perupa dari Kapanewon Karangmojo. “Kami punya harapan, siapapun besok yang memimpin Gunungkidul bisa “ngemong”, dan ” ajur-ajer terhadap seluruh rakyat Gunungkidul,” harapnya.

Herlan juga menyatakan bahwa harapannya kontestasi Pilkada ini tidak untuk mencari “pemenang”.

Ketika para Kontestan ini dari awal sudah mencari “menang”, maka akan menempuh segala cara mencapai tujuannya, dan ini akan membuat banyak pihak yang dikalahkan. Menjadi pemimpin itu harus menang dalam arti yang sesungguhnya, menang tanpa “ngasorake”, sehingga semua pihak yang ikut dalam kontestasi ini tidak merasa dikalahkan,” pungkas Herlan. [Edi Padmo]

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar