Budiyono: Menjalani Hobi Yang Menghasilkan Jutaan Itu Mengasyikkan

oleh -
Budiyono sedang melayani pelanggan yang mencari bibit tanaman. KH/ kandar
iklan dispar
Budiyono sedang melayani pelanggan yang mencari bibit tanaman. KH/ kandar
Budiyono sedang melayani pelanggan yang mencari bibit tanaman. KH/ kandar

WONOSARI, (KH)— Selain karena memiliki hobi merawat tanaman, rintisan usaha yang dijalankan disebabkan pula karena terbentur sulitnya mencari pekerjaan. Problematika minimnya lapangan pekerjaan memang menjadi salah satu faktor permasalahan ekonomi baik dalam lingkup kecil keluarga maupun secara luas dalam satu Negara.

Siapa sangka, hobi yang ditekuni dengan serius oleh Budiyono, warga Sumbermulyo, Desa Kepek ini malah menjadi jalan keluar untuk meraih kemandirian ekonomi bagi dirinya. Bahkan dengan menyediakan bibit-bibit berbagai tanaman buah dan tanaman hias ini ia mendapat sesuatu yang lebih dari sekedar kebutuhan akan pekerjaan, tetapi dia sekaligus menjadi juragan dari usahanya itu, meski memang skalanya belum begitu besar.

“Saya hobi merawat serta kegiatan tanam menanam tumbuhan, ditengah sulitnya mencari pekerjaan, saya tekuni saja secara otodidak hobi ini sejak 6 bulan lalu,” ujarnya saat ditemui di lokasi display bibit-bibit yang ia jual, Kamis, (8/12/2016).

Sementara ini ia memang masih mendatangkan berbagai bibit-bibit tersebut dari luar Gunungkidul, namun dia juga berproses berupaya agar suatu saat nanti dapat melakukan pembibitan sendiri. Melalui komunitas dan internet ia gali sebanyak-banyaknya informsai mengenai berbagai jenis bibit.

Bibit buah, sambungnya, didatangkan dari kota Purworejo, Magelang dan Purwokerto, sedangkan untuk tanaman hias dari Solo, Karanganyar, Kediri dan Malang. Awalnya ia mendatangi langsung para petani bibit di wilayah tersebut, tetapi saat ini diantar supliyer langsung ke lokasi usahanya.

“Saat ini saya sedang melakukan uji coba budidaya anggur, untuk dikembangkan menjadi sebuah wirausaha (agriculture). Bibit-bibit yang kami sediakan merupakam pilihan bibit berkualitas karena diambil dari petani bibit yang sudah berpengalaman,” terangnya.

Sejak dibuka, tren naiknya omset selalu terjadi. Disebutkan, omset yang ia peroleh dalam satu bulan antara Rp. 5 juta hingga Rp. 10 juta. Di Gunungkidul dirinya sudah cukup menguasai mengenai kecocokan tanaman dengan kondisi wilayah tanam, ia juga memberikan saran kepada pembeli mengenai perkiraan lokasi tanam dengan analisa topologi, sehingga meminimalkan resiko tidak berbuah atau tanaman tidak hidup.

Berbagai jenis tanaman yang ia sediakan diantaranya, kelengkeng jambu air, rambutan, blimbig, sirsak, mangga, buah tin dan lain sebagainya, ditambah lagi beraneka macam tanaman hias.

“Tentu mengasyikkan menjalani hobi sekaligus menghasilkan,” tukasnya. (Kandar)

Komentar

Komentar