Guru Gunungkidul Terkesan Penyelenggaraan Pendidikan Di Australia

oleh -
Ari Sulistyo, GTT SMPN Tepus peraih beasiswa singkat saat berada di Australia.
iklan dispar
Ari Sulistyo, GTT SMPN Tepus peraih beasiswa singkat saat berada di Australia.
Ari Sulistyo, GTT SMPN Tepus peraih beasiswa singkat bersama rekan-rekannya saat berada di Australia.

WONOSARI, (KH)— Setelah pulang dari Australia, dua guru Gunungkidul yang mendapat kesempatan Program Beasiswa Singkat ke Australia cukup terkesan dengan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan di Negara berjuluk negeri kangguru itu.

Seperti yang diungkapkan Ari Sulistyo, salah satu peserta program beasiswa singkat, di Australia penggunaan teknologi pada dunia pendidikan sangat maju, dan sarana prasarana modern cukup lengkap.

“Anak-anak belajar dengan senang namun dididik untuk mandiri. Perbedaan asal-usul siswa tidak menjadi hambatan di sekolah, serta gaji guru di sana cukup tinggi,” ungkap Guru Tidak Tetap (GTT) di SMP N 1 Tepus ini.

Selain itu, keberadaan siswa di dekolah sangat dilindungi, misalnya setiap orang yang ke sekolah harus ada semacam surat ijin dari pemerintah, mereka tidak boleh difoto, dan sebagainya. Beberapa teknis pembelajaran, bahwa belajar tidak harus di dalam kelas, anak-anak diajak terjun langsung ke lapangan, sekolah juga mengundang pakar untuk datang dan berdiskusi dengan anak-anak.

“Isi kegiatan berupa shortcourse atau studi singkat yang terfokus pada leadership (kepemimpinan), kurikulum dan keterlibatan siswa, selama 2 minggu awal kami ada kelas/kuliah di Universitas Melbourne, siang hingga sore hari mengunjungi beberapa tempat di Melbourne seperti Museum, Perpustakaan, kebun binatang, dan lainnya,” terangnya.

Lanjutnya, keduanya tinggal di homestay, di rumah guru SMP serta ikut magang di sekolah SMP, di akhir program mereka diminta merancang program yang bisa diterapkan di sekolah masing-masing ketika pulang ke Indonesia.

“Saya berniat sharing dengan sesama pendidik di Gunungkidul, tetapi terlebih dahulu kami diminta membuat program/ project yang harus dilaksanakan di sekolah kami masing-masing kemudian tahun depan akan dipanggil ke Jakarta untuk mempresentasikan apa yang sudah dikerjakan,” pungkas Ari. (Kandar)

Komentar

Komentar