“SMS Bunda” Bantu Ibu Hamil Merawat Kesehatan Bayi

oleh -
iklan dispar
Program SMS Bunda, Sumber: internet.
Program SMS Bunda, Sumber: internet.

WONOSARI, (KH)— Program SMS Bunda yang digagas oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia diharapkan dapat menjadi solusi dalam menekan angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Gunungkidul.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Agus Prihastoro di Bangsal Sewoko Projo, Kamis (8/12/2016) mengatakan, tingginya angka kematian ibu dan anak disuatu wilayah tidak lepas dari minimnya pengetahuan ibu tentang infomasi pada masa kehamilan.

Dengan digulirkanya akses SMS Bunda tersebut diharapkan ibu hamil di Gunungkidul dapat mendapatkan infomasi yang jelas tentang bagaimana menjaga kesehatan ibu dan anak saat hamil. Seluruh informasi tersebut akan dikirim melalui ponsel sehingga mudah diakses dimana saja.

“Pemanfaatan layanan ini cukup mudah, ibu hamil (bumil) dapat langsung sms ke nomer 08118469468, selanjutnya akan mendapat balasan untuk mengirimkan data Hari Perkiraan LahirĀ (HPL), itu contoh buat ibu yang sedang hamil,” paparnya.

Agus Prihastoro juga menerangkan, cukup banyak informasi yang dapat diakses melalui layanan sms ini. Setelah terdaftar secara gratis SMS bunda akan terus memperbaharui informasi tentang perawatan antenatal dan post partum yang disesuaikan dengan usia kehamilan.

Melalui program yang telah disiapkan, SMS Bunda juga akan memberikan infomasi mulai dari trimester petama hingga 42 hari setelah melahirkan, bahkan hingga pengirim sms bayinya berusia dua tahun. “Sms Bunda ini benar-benar dapat memberikan infomasi yang dibutuhkan para ibu hamil, jadi silahkan saja segera dicoba,” jelas Agus.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Bupati Gunungkidul Badingah mengaku prihatin dengan tingginya angka kematian Ibu dan anak di Gunungkidul. Berdasarkan data yang ada, Badingah mengatakan ada empat kasus kematian ibu dan anak pada tahun 2016.

Dengan program SMS Bunda tersebut orang nomor satu dipemerintahan Gunungkidul ini berharap, angka kematian ibu dan anak akibat kurangnya informasi dapat segera teratasi. Selain melalui SMS Bunda, pencegahan kematian pada ibu dan anak juga dilakukan dengan penyusunan Perarutan bupatiĀ (Perbup).

“Perbub tentang pencegahan perkawinan usia dini sudah kita buat, semoga dengan dua program yang saat ini sudah bejalan dapat mengubah perilaku masyarakat Gunungkidul,” tegasnya. (WW)

Komentar

Komentar