BMKG: Dalam Tiga Bulan Kedepan Masih Berpotensi Terjadi Hujan

oleh -1949 Dilihat
oleh
hujan
Pengendara motor melintas di jl Siraman-Wiyoko di tengah guyuran hujan. (KH/ Kandar)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Hujan masih cukup sering terjadi di Gunungkidul dan wilayah seputar DIY belakangan ini. Padahal, Bulan Mei umumny merupakan musim pancaroba, yakni peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Berdasar keterangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim penghujan diakui mengalami kemunduran.

Kepala kelompok Data dan informasi
Stasiun Klimatologi Sleman, Etik Setyaningrum., M.Si., belum lama ini menyampaikan BMKG telah memonitor berbagai dinamika atmosfer hingga pertengahan Mei.

Hasil monitoring antara lain diperoleh data berupa terjadinya belokan angin atau perlambatan angin di atas wilayah DIY, anomali suhu permukaan di Samudera Hindia Selatan Jawa positif (hangat) dan dipredisikan hingga September anomali positif (hangat) masih bertahan.

“Indeks ENSO sebesar -1.31, menunjukkan ENSO dalam kondisi Lanina moderat dan diprediksi hingga September lanina lemah,” ungkap Erik.

Dengan melihat kondisi dinamika atmosfer diatas, sangat mendukung pembentukan/ pertumbuhan awan-awan hujan, yang menyebabkan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat terjadi pada siang, sore hingga malam hari masih mewarnai wilayah DIY.

“Kondisi tersebut akan terjadi diawal-awal pada periode musim kemarau. Diprediksikan beberapa wilayah SIY memasuki awal musim kemarau diakhir Mei hingga pertengahan Juni 2022,” lanjut Etik.

Pihaknya menyampaikan imbauan, masyarakat agar mulai mempersiapkan diri memasuki musim kemarau, seperti mulai menghemat air, menjaga kesehatan (terutama siang hari yang cukup panas) dengan minum air yang cukup agar tidak dehidrasi, dan mengurangi aktivitas di luar ruangan bila tidak terlalu penting. Sedangkan bagi para petani diharapkan agar mulai mempersiapakan pola tanam yang sesuai iklim kemarau agar tidak mengalami gagal panen. Tidak kalah penting pula agar senantiasa memperbarui informasi cuaca dan iklim dari BMKG.

“Dalam 3 bulan ke depan potensi hujan rendah – menengah perbulan masih ada. Potensi hujan rendah diperiode musim kemarau, dengan hujan dikisaran kurang dr 50 mm perdasariannya,” tukas Etik. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar