31 Tahun Mengabdi Pdt Drs. Supiarso Masuki Masa Emiritasi

oleh -
Prosesi Ibadah Emiritasi dan Resepsi syukur Pdt. Drs. Supiarso, Foto: KH/ Kandar
iklan dispar
Prosesi Ibadah Emiritasi dan Resepsi syukur Pdt. Drs. Supiarso, Foto: KH/ Kandar
Prosesi Ibadah Emiritasi dan Resepsi syukur Pdt. Drs. Supiarso, Foto: KH/ Kandar

WONOSARI,(KH)— Telah menyelesaikan pelayanan selama 31 tahun di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wonosari, Pendeta Drs. Supiarso memasuki masa Emiritasi. Kebaktian Emiritasi  digelar di GKJ Wonosari, Minggu, (10/1/2016) siang.

Diketahui, riwayat pelayanan yang telah dilakukan Pdt Supiarso di GKJ Wonosari dimulai dengan menjadi pembantu pendeta sejak tahun 1982 berakhir hingga 1985. Kemudian, setelah selesainya sebagai pembantu pendeta pada tahun 1985 hingga akhir 2015 ini Ia memasuki masa Emiritasi setelah menjalani pelayanan sebagai pendeta.

Pada kesempatan tersebut, Majelis GKJ Wonosari yang diwakili oleh Drs. St. Mulyadi mengucapkan selamat kepada Pdt. Supiarso, sembari mendoakan agar selalu diberkati Tuhan dengan kesehatan dan ketentraman sehingga masih dapat dan berkenan berpelayanan dengan penuh kasih dan sukacita.

“Atas nama Majelis dan warga GKJ Wonosari kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, karena selama dalam kebersamaan baik dengan Majelis Gereja maupun dengan warga jemaat tentu ada hal-hal yang tidak berkenan,” ucapnya.

Pejabat Bupati Gunungkidul, Ir. Budi Antono, M,Si Pada Sambutan tertulisnya yang dibacakan Supartono M.Si, mengutarakan, atas nama Pemkab Gunungkidul diucapkan selamat kepada Pdt. Supiarso yang telah berhasil mengemban tugas pelayanannya sampai akhir masa tugasnya dengan baik dan sukses.

“Saya kira ini merupakan kesuksesan tersendiri bagi Pdt. Supiarso, sebagai pelayan jemaat GKJ Wonosari, telah memegang amanat pelayanan membina iman jemaat dengan tekun disertai kasih dan kesabaran,” katanya.

Bupati menyampaikan, mengatur dan membina jemaat bukan perkara yang mudah, selalu ada tantangan dan kompleksitas yang senantiasa dijumpai dalam membangun iman jemaat di dalam dunia yang semakin tidak bersahabat terhadap nilai-nilai etika dan  moralitas hidup berdasarkan ajaran iman dalam kitab suci.

“Harus berkompetisi dengan ‘ajaran’ duniawi yang menawarkan nilai hidup hedonis dan individualistis,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Ibadah Emiritasi dipimpin oleh Pdt. Dwi Wahyu Prasetya, MAPS. Hadir ikut menyaksikan prosesi acara Muspida Gunungkidul, DPRD, Kepala Pengadilan Negeri Wonosari, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan lainnya. (Kandar).

Komentar

Komentar