Ibadah Natal di Gunungkidul: Selain Pembatasan Peserta Juga Digelar Secara Daring

oleh -
Persiapan Natal di GKJ Wonosari. (KH/Kandar)

WONOSARI, (KH),— Ibadah dan perayaan Natal 2020 berlangsung di tengah Pandemi Covid-19. Umat Kristen dan Katolik menyiasatinya dengan menyelenggarakan ibadah secara online atau daring.

Sebagaimana disampaikan Ketua Majelis Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wonosari, Wahyudi Nugroho, ibadah dan perayaan Natal ditempuh secara virtual demi menghindari kerumunan sebagaimana edaran Menteri Agama.

“Untuk acara malam Natal dan malam tahun baru dilaksanakan berbasis keluarga masing-masing jemaat serta tetangga terdekat dengan memperhatikan protokol kesehatan,” kata dia saat ditemui di GKJ Wonosari, Kamis (24/12/2020).

Saat malam Natal, Majelis GKJ menyiarkan siaran tunda melalui youtube channel GKJ Wonosari dan radio Swara Dhaksinarga. Renungan malam Natal ini disajikan oleh Majelis dan tim multimedia.

Adapun untuk Ibadah Natal dan tahun baru dilaksanakan dengan membentuk kelompok-kelompok kecil terdiri dari beberapa keluarga di wilayah/ Pepanthan dengan jumlah maksimal 30 orang. Kelompok-kelompok kecil tersebut tetap diwajibkan memperhatikan kondisi keamanan zona setempat.

Dijelaskan, Ibadah Natal dari GKJ Wonosari ditayangkan live streaming youtube dan radio Swara Dhaksinarga. “Pelaksanaan juga dipersingkat. Semoga tetap khidmat, makna Natal tetap tersampaikan ke jemaat,” harap Wahyudi Nugroho.

Sementara itu, di Gereja Santo Petrus Baleharjo Wonosari tetap dilaksanakan Ibadah Natal seperti biasa. Namun demikian tetap dilakukan pembatasan peserta ibadah.

“Hanya diisi separuh dari kapasitas Gereja. Yang ikut melaksanakan ibadah di Gereja hanya yang mendapatkan undangan. Sementara yang lain mengikuti live streaming dari rumah,” kata Ketua Panitia, Heru Tricahyanto. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar