Workshop Pengembangan Perpusdes, Kepala Desa Harus Dukung Kembangkan Kesadaran Baca

oleh -
Workshop Pengembangan Perpustakaan Desa. KH/Bara
iklan dispar
Workshop Pengembangan Perpustakaan Desa. KH/Bara
Workshop Pengembangan Perpustakaan Desa. KH/Bara

WONOSARI,(KH)–Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KPAD) Gunungkidul kembali menggelar Workshop Pengembangan Perpustakaan Desa bagi kepala desa di lantai dua Kantor KPAD Selasa (30/06/2015). Workshop yang mengundang 44 kepala desa di Gunungkidul tersebut dilakukan guna mendorong kesadaran kepala desa untuk mendukung pengembangan perpusdes sehingga mendatangkan manfaat bagi pemberdayaan masyarakat.

Kepala KPAD Gunungkidul, Ali Ridlo menjelaskan dampak perpustakaan desa tak hanya sebatas fasilitas bagi warga untuk menghabiskan waktu luangnya. Namun ilmu yang didapat dari buku yang disediakan di perpusdes dapat menambah pengetahuan dan menjadi leteratur untuk pemberdayaan masyarakat. Dirinya juga mencontohkan beberapa desa yang mampu mendorong kemajuan masyarakat melalui pengembangan perpustakaan desa seperti Ngupoyo Pinter milik Desa Bendung, Semin.

“Bahkan bukan hanya bermanfaat bagi warga Desa, perpustakaan di Desa Bendung juga bisa menjadi juara 1 Nasional,” ucap Ali.

Ali menambahkan hal ini tidak serta merta membuat Kepala Desa menyerahkan perpusdes kepada pegawainya. Butuh campur tangan kepala desa dalam bentuk anggaran untuk menunjang fasilitas yang ada di dalam perpusdes tersebut.

“Semangat kepala desa untuk berani menyisihkan anggaran desa untuk perpusdes yang akan membuat pemberdayaan masyarakat akan lebih cepat,” imbuhnya.

Sementara itu Prihastusi Setyaningsih, Kasi Perpustakaan menjelaskan kemampuan KPAD untuk menunjang kebutuhan setiap perpustakaan desa terbatas. Hal ini menjadi dasar perlunya kepedulian kades untuk membina perpustakaanya agar tetap bisa digunakan warganya.

“Bantuan buku itu hanya stimulan, maju atau tidaknya itu bergantung pada kepedulian setia desanya sendiri,” pungkasnya. (Andri)

Komentar

Komentar