Pendampingan Persiapan Akreditasi Perpustakaan Ditempuh Secara Virtual

oleh -
Pendampingan Perpustakaan menjelang akreditasi. (dok. Dispussip Gunungkidul)
kadhung tresno

GUNUNGKIDUL, (KH),– Di masa pendemi Covid-19 semua kantor, tempat usaha dan fasilitas umum melaksanakan pembatasan aktivitas untuk menghindari penularan covid-19. Demikian juga aktiitas di Dinas Perpusakanaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul, juga melaksanakan kegiatan pembatasan aktivitas layanan perpustakaan baik kunjungan ke perpustakaan daerah, kegiatan pendampingan ke perpustakaan desa/kalurahan maupun ke perpustakaan sekolah/madrasah.

Padahal  tahun ini ada 20 perpustakaan sekolah/madrasah/desa yang harus didampingi  dalam rangka akreditasi perpustakaan sekolah/madrasah/desa. Perpustakaan tersebut diantaranya MIN 6, MIN 2, MTsN 2, MTsN 9, SD Karangsari Nglipar, SDN Karangsari Semin, SDN Semanu III,  SDN Karangwuni I, SDN Ponjong,, SDN Girisekar, SDN Karangrejek Wonosari, SDN Selang Wonosari, SDN Karanganyar Gedangsari,  SMP N 2 Karangmojo, SMPN 1 Nglipar, SMPN 1 Patuk, SMPN 1 Semanu, SMPN 2 Wonosari,  Perpustakaan desa Indika Sambirejo, Ngawen dan Perpustakaan desa Balai Pintar Pengkol Nglipar.

Karena Perpustakaan Balai Pintar Pengkol Nglipar hendak maju lomba tingkat Nasional, Akreditasi perpustakaan desa pada bulan Maret yang lalu lebih dulu. Sedangkan 19 perpustakaan lainnya  akan melaksanakan akreditasi pada bulan ini.

Walau dalam keterbatasan karena situasi pendemi, tim pendamping akreditasi perpustakaan sekolah/madrasah/desa di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul, Drs. Ali Ridlo, MM tetap mampu melaksanakan pendampingan.

“Menyesuaikan protokol pencegahan COVID-19 pendampingan  dalam rangka persiapan akreditasi perpustakaan dilakukan secara daring/virtual,” kata Ali Ridlo, Senin (15/9/2020).

Lebih jauh disampaikan, pendampingan dilaksanakan tiga kali. Dalam setiap tahapnya peserta  pendampingan menyampaikan progres persiapan akreditasi baik yang berkaitan dengan sarana dan dokumen fisik serta administrasi.

Pendamping teknis terdiri dari dua tim yang berasal dari para pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul. Tim 1 dengan koordinator Agung Wibawa,, SIP dengan anggota Erny Widyaningtyas, SIP.,  Budi Wahyuni, SIP., dan Sakino, SH.MAP. Tim 2 (dua) dengan koordinator Siti Indarwati, SIP beranggotakan Bambang AR, S.Sos., Purwati, SIPust.

Memang  pendampingan  secara daring atau virtual menjadi  tantangan tersendiri bagi tim pendamping akreditasi. Pendampingan virtual tidak dapat dengan mudah melihat sejauh mana persiapan perpustakaan. Apabila melakukan pendampingan dengan hadir di lokasi, tim pendamping bisa langsung melihat secara langsung 6  (enam) komponen yang harus dipersiapakan dalam pelaksanaan akreditasi sesuai Standar Nasional Perpustakaan (SNP) yaitu terkait komponen koleksi, sarana prasana, Layanan Perpustakaan, pengelolaan dan penyelengaraan perpustakaan,  Tenaga Perpustakaan,  penguat dan Inovasi perpustakaan.

Berdasarkan pengalaman dan kreatifitas  para pustakawan Dispussip yang telah terbiasa melakukan pendampingan, pelaksanaan pendampingan secara virtual dapat diikuti oleh peserta dengan lancar dan menyenangkan.

Pelaksanaan pendampingan dibagi per-hari dengan 4 (empat) atau 5 (lima) lembaga. Diawali dengan menyapa peserta, kemudian tahap demi tahap terjadi dialog secara virtual progres dari masing-masing komponen perpustakaan  tersebut.

Ali Ridlo menyebutkan, beberapa kendala yang dihadapi misalnya  sinyal, pemadaman listrik lokal atau kepercayaan diri peserta pendampingan dengan metode yang sepenuhnya menggunakan Teknologi Informasi (TI) ini. Metode alternatif komuniasi lainnya yang ditempuh yaitu dengan Whatsup (Video Call/VC). Tak jarang pendamping memberikan dukungan mental agar peserta akredtasi dapat mempersiapkan diri dengan penuh semangat dan rasa bahagia.

Salah satu pendamping, Agung Wibawa menyebutkan,  pendampingan perpustakaan secara virtual yang dilaksanakan selama 3 (tiga) kali dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

“Yang menyenangkan dan berkesan bagi pendamping maupun peserta pendampingan adalah sesi  foto bersama secara  virtual dan bersama mengucapkan “Salam literrasi”,” tukas Agung Wibawa. (Adr)

Komentar

Komentar