Warga Kamal Mendulang Rejeki dari Ulat dan Kepompong Pohon Jati

oleh -
iklan dispar

daun jati dimakan ulat jati

WONOSARI, (KH) – Ulat jati dan kepompongnya (ungkrung) sudah banyak ditemui di daerah kamal. Padahal di daerah lain yang juga memiliki banyak pohon jati, belum ada ulat jati dan kepompongnya. Daerah kamal memang terdapat banyak pohon jati dan pohon jati itu sekarang daunnya hampir habis karena dimakan oleh ulat. Ulat yang akan menjadi kepompong inilah yang dicari warga sekitar. Setiap pagi dan sore banyak warga yang mencari ulat jati dan kepompongnya. Seperti yang diungkapkan oleh Supat (57), salah satu warga kamal yang berhasil ditemui KH saat sedang mencari ulat jati dan kepompongnya.

“Setiap pagi saya datang ke sini untuk mencari ulat jati dan kepompongnya. Berangkat ke sini, ya tidak sendiri. Banyak temannya. Kalau sudah sore hari, ya pulang”. Tutur Supat

Warga kamal berbondong-bondong mencari ulat jati dan kepompong ulat jati, karena harga jualnya tinggi. Karena masih jarang ditemukan di tempat lain, sehingga membuat harga jual ulat jati dan kepompong jati mencapai 100 ribu per kilonya.

“Kalau ke sini dari pagi dan pulang sore bisa dapat 1-2 kg. Saya mencari berdua dengan anak saya. Karena libur sekolah, makanya dia ikut membantu. Membawa bekal untuk dimakan nanti siang sembari istirahat, kalau sudah lapar”. Lanjutnya

Menjual ulat jati dan kepompongnya memang mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama, karena ulat jati ini banyak peminatnya. Setelah warga kamal mencari seharian ulat jati dan kepompongnya, maka di sore harinya sudah banyak yang memesan untuk membelinya.

“Nanti sudah ada yang membeli. Biasanya datang ke rumah. Kalau tidak, ya, di jalan sudah ada yang menawar untuk membelinya. Kalau ada yang tersisa, ya, dimasak sendiri, karena keluarga saya juga suka makan ulat jati dan kepompong jati ini. Cuma digoreng saja dan dibuat lauk. Rasanya gurih dan enak”. Tutur supat

Ulat jati dan kepompongnya banyak diminati. Selain rasanya yang enak, juga memiliki kandungan gizi yang banyak. Anda perlu berhati-hati, jika belum pernah atau terbiasa memakannya. Anda bisa terkena alergi saat pertama kali mencicipi olahan ulat dan kepompong jati ini. (Ulfah Nur Azizah/Tty)

Komentar

Komentar