Ekstrimnya Kuliner Ulat Jati Segera Dapat Dinikmati

oleh -
Ulat jati memakan daun jati hingga habis. Foto : Sumaryanto
kadhung tresno
Ulat jati memakan daun jati hingga habis. Foto : Sumaryanto
Ulat jati memakan daun jati hingga habis. Foto : Sumaryanto

WONOSARI, (KH) — Kuliner ekstrim dengan bahan ulat jati sebentar lagi dapat dinikmati warga Gunungkidul, khususnya di Padukuhan Kamal, Desa Wunung. Ribuan pohon jati mulai diserang ulat hingga menyebabkan daunnya hampir habis.

Pantauan KH, tak semua pohon jati didapati ulat. Dari ribuan pohon yang ada, sebagian besar pohon justru belum dihinggapi ulat dengan daunnya yang masih utuh.

Hingga kini belum ada warga  yang memungut ulat-ulat itu, karena ulat masih memakan daun. Seorang warga, Kardi, menuturkan, kebanyakan warga mulai memungutnya ketika ulat mulai turun dari pohon hendak bermetamorfosis menjadi kepompong.

Yang paling enak untuk dimasak itu ulat “udhelan” (masa ulat tidak lagi makan daun dan membungkus diri sebelum jadi kepompong). Jadi, warga menunggu ulat-ulat turun dulu dari pohonnya,” ucap Kardi, Kamis (8/1/2015).

Adanya Ulat Jati ini, ujar Kardi, tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Kali ini ulat dipastikan akan lebih banyak dari musim hujan tahun lalu.

Biasanya semua pohon di hutan ini banyak ulatnya. Tetapi sudah 2 tahun terakhir ini agak berkurang. Bahkan tahun kemarin sama sekali tidak ada,” lanjutnya.

Kuliner ulat jati bagi sebagian besar warga Gunungkidul bukanlah makanan yang tak asing lagi. Ulat yang memiliki nama latin Hyblaela Puera ini paling diminati bila dimasak dengan cara dibacem.

Ulat ini biasanya diperjualbelikan oleh warga. Harga yang dipatok pun cukup tinggi. Tak kalah dengan harga daging ayam, karena mencapai Rp 35 ribu tiap kilogramnya.

Kepompongnya juga laku, tapi yang paling diminati warga, ulat udhelan. Harga kepompong biasanya lebih murah,” kata Kardi.

Ia menambahkan, kelebihan ulat udhelan dibandingkan kepompong adalah keitimewaan pada teksturnya. Tekstur ulat udhelan lebih empuk bila dibandingkan kepompong, sehingga lebih terasa nikmat saat disantap. (Maryanto/Tty)

Komentar

Komentar