Wakil Bupati Sayangkan Sikap PNS Tak Tertib

oleh -
kadhung tresno

WONOSARI, kabarhandayani.– Mobil kas keliling perwakilan dari Bank Indonesia (BI) Cabang Yogyakarta yang terparkir di depan Pemkab Gunungkidul ramai dipadati masyarakat, Selasa (22/7/2014). Mereka rela mengantri berjam-jam untuk mendapatkan uang kertas dengan hasil cetak sempurna (HCS) alias uang baru.
Masyarakat terlihat berbondong-bondong datang ke halaman Pemkab Gunungkidul berebut nomor antrian sejak pukul 09.00 pagi untuk menukar uang dengan pecahan yang lebih kecil. Nominal yang ditukarkan pecahan 2000, 5000, 10.000 dan 20.000. Tak hanya masyarakat umum, antrian juga dipadati puluhan Pegawai Negri Sipil.
Dalam tempo kurang dari satu jam, uang pecahan kecil di mobil kas keliling itu ludes. Masyarakat yang mengantri sejak pagi harus menunggu kloter berikutnya untuk mendapatkan uang. Eko Dedi salah satu pekerja di swalayan mengaku penukaran uang dilakukan untuk persiapan kembalian di salah satu swalayan di Kecamatan Ngawen.
“Saya tadi mendapat info jam 10.00 WIB dan langsung ke sini ternyata mendapat jatah penukaran kloter kedua, terpaksa ya menunggu,” katanya.
Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi menilai baik adanya jasa penukaran uang jelang lebaran, tetapi pihaknya menyayangkan sikap puluhan PNS yang berkeliaran saat jam kerja dan lebih mementingkan kepentingan pribadi yakni ikut antri menukarkan uang.
“PNS sah-sah saja ikut antri menukarkan uang buat lebaran, tetapi mestinya saat jam kerja mereka fokus melayani masyarakat,” gerutu Immawan.
Menurut Immawan, loket penukaran uang harusnya dibuka di tempat yang lebih lebar dan berdekatan dengan fasilitas umum, karena menurut orang nomor dua di Gunungkidul tersebut masyarakat awam akan takut jika harus masuk di area gedung pemerintahan. “Masih banyak masyarakat takut datang ke Pemda,” katanya. (Juju/Hfs)

Komentar

Komentar