Ujian Nasional akan Dilakukan Tanpa Penjagaan Ketat Polisi

oleh -
ilustrasi
iklan dispar
ilustrasi
ilustrasi

WONOSARI, (KH) — Ada yang beda dari pelaksanaan Ujian Nasional tahun ini, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul menjamin lokasi ujian nasional di sejumlah sekolah tidak akan mendapatkan pengamanan polisi. Polisi hanya akan menjaga kelompol kerja guna mengamankan naskah ujian.

Sekretaris Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rosyid mengungkapkan, untuk tahun ini tidak ada polisi yang berjaga di setiap sekolah, lantaran pengurangan personil polisi. “Sesuai aturan dan intruksi dari pusat, personil polisi ditiadakan di setiap sekolah,” terangnya kepada wartawan saat temu media, akhir pekan lalu.

Dijelakskanya, UN mendatang pada tingkat SMP akan diikuti oleh 10.300 peserta, SMA/MA 2.196, sedangkan untuk siswa SMK diikuti sebanyak 5.276 peserta.

Sementara, Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Disdikpora Gunungkidul, Sikito mengatakan, ada 7 sekolah yang menggunakan Computer Based Test (CBT) dalam pelaksanaan Ujian Nasional. Proses pengerjaan soal semuanya menggunakan komputer.

“Bukan sistem online, tapi pelaksanaanya pengerjaanya akan menggunakan komputer. Nanti di sana akan ada petugas pengunduh soal yang memberikannya lewat komputer,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, sekolah yang siap mengikuti UN dengan sistem CBT diantaranya SMAN 1 Wonosari, SMKN1 Wonosari, SMKN2 Wonosari, SMKN 3 Wonosari, SMKN 1 Nglipar, SMKN1 Ngawen serta SMK Muhammadiyah 1 Playen. (Juju)

Komentar

Komentar