UGKY Siap Tanam Jambu Mete Tanggulangi Monyet

oleh -
Rektor UGKY, Wahyu Purwanto, MSIE. KH
iklan dispar
Rektor UGKY, Wahyu Purwanto, MSIE. KH
Rektor UGKY, Wahyu Purwanto, MSIE. KH

WONOSARI, (KH)— Menindaklanjuti adanya laporan serangan Monyet Ekor Panjang (MEP)/ Macaca fascicularis diberbagai kecamatan Gunungkidul membuat beberapa pihak dengan segera mengambil langkah tindakan upaya penanggulangan.

Seperti yang disampaikan Kepala Seksi Penatausahaan Hasil Hutan, Arismanto, Laporan yang masuk bahwa serangan terjadi dibeberapa kecamatan, ada Tepus, Nglanggeran, Girisubo, Ponjong, dan Saptosari serta beberapa kecamatan lain.

“Sampai saat ini meski pengakuan warga menilai cukup merugikan,  namun masih sulit dihitung sejauhmana tingkat kerugian itu, sebab serangan terjadi di beberapa titik saja dalam satu kecamatan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Dalam jangka pendek bersama beberapa instansi dan akademisi akan melakukan identifikasi populasi di wilayah serangan, apakah benar sudah melampaui jumlah ambang batas atau belum.

Tindak lanjut dari identifikasi dalam waktu dekat juga diwacanakan akan dilakukan tindakan Kastrasi selektif/ terpilih dengan bantuan dokter hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gajah Mada (UGM) apabila jumlah populasi melebihi ambang batas.

Rencana Kastrasi atau kebiri selektif dilakukan pada MEP jantan yang dominan, lanjut Arismanto, caranya didahului dengan penangkapan MEP jantan dominan dengan model kandang perangkap. Diungkapkan, cara ini efeknya tidak instan. Tujuan kastrasi adalah untuk mengurangi populasi melalui pengurangan tingkat kebuntingan MEP betina.

Semetara itu, Universitas Gunung Kidul Yogyakarta (UGKY) juga berencana akan terlibat dalam penanggulangan monyet tersebut. Sebagaimana disampaikan Rektor UGKY, Wahyu Purwanto MSIE, Saat ini UGK sedang mengajukan ijin pengabdian masyarakat di kecamatan yang terserang monyet untuk penanaman sabuk hijau berupa tanaman jambu mete sebagai pakan pendukung MEP.

“Rencana penanamannya akan dilakukan bersama antara petani dan mahasiswa UGKY. Mudah-mudahan dalam jangka menengah dapat mengurangi serangan MEP,” harap Wahyu.

Sambungnya, UGKY akan menyiapkan bibit jambu mete sesuai kebutuhan. Alasan pemilihan pohon jambu mete karena dinilai memiliki keunggulan dari aspek ekonomisnya. Selain cocok ditanam di Gunungkidul, nanti apabila monyet memakan buahnya, bijinya dapat dikumpulkan yang akan menjadi keuntungan manusia/ petani. (Kandar)

Komentar

Komentar