Tugu Surfing, Icon Baru Pantai Slili

oleh -
iklan dispar

TEPUS, kabarhandayani.– Pantai Slili Gunungkiudul, Yogyakarta memiliki icon baru berupa tugu surfing yang baru saja selesai dikerjakan. Tugu kokoh ini berdiri di jalan menuju Pantai Slili atau tepatnya di Padukuhan Soka, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Gunungkidul.

Menurut keterangan Ketua Pokdarwis Pantai Slili Agus Budiharjo, tugu yang berdiri di atas tanah kas desa ini hanya dikerjakan sekitar 3 minggu. Pengerjaan yang dilaksanakan secara gotong royong tersebut menghabiskan dana sekitar 20 juta rupiah.

Patung Surfing kata Agus diharapkan dapat menjadi semangat baru untuk mengembangkan Pantai Slili sebagai salah satu destinasi wisata pantai di Gunungkidul. “Tugu surfing ini merupakan icon baru Pantai Slili,” kata Agus, Jumat (13/6/2014).

Dia menerangkan, Tugu surfing memiliki tinggi 4,5 Meter, lebar bawah 3,5 Meter dan lebar atas 1,5 meter. Di atas tugu terdapat patung yang menggambarkan seorang surfer (peselancar) sedang memainkan papan selancarnya di atas ombak yang dibuat menggunakan sistem cor.

Agus menjelaskan, dipilihnya patung yang sedang berselancar untuk menarik wisatwan bahwa pantai Slili dapat digunakan sebagai area surfing. “Makna patung tersebut adalah mengabarkan kepada Dunia, bahwa olah raga surfing dapat dilaksanakan di pantai Slili dan Krakal Gunungkidul,”terang Agus.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, dana yang digunakan untuk membangun tugu surfing merupakan dana hibah dari Universitas Atma Jaya (UAJ) Yogyakarta yang berkerjasama dengan Pemerintah Desa Sidoharjo, Pokdarwis Slili dan Tiarap Bahagia komunitas pecinta olahraga Surfing Gunungkidul.

Pihaknya berharap, patung yang diarsiteki oleh putra daerah Aris Kurniawan tersebut dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, sehingga kesejahteraan masyarakat di pantai tersebut akan meningkat. “Melalui icon baru ini semoga dapat menarik wisatawan asing maupun domestik berkunjung ke Gunungkidul,” pungkas Agus. (Juju/Hfs)

Komentar

Komentar