Telaga Ini Disulap Jadi Kebun Tembakau

oleh -
kadhung tresno

SEMANU, kabarhandayani.– Telaga Jetis yang hampir mengering tak begitu saja disia-siakan oleh warga Padukuhan Jetis Kulon, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu. Mereka memanfaatkannya dengan menanam berbagai tanaman di area telaga agar air tidak kering begitu saja tanpa guna.

Telaga yang ketika musim hujan rata dan penuh dengan air, kini terlihat seperti ladang karena dipenuhi dedaunan hijau tanaman warga. Tanaman yang paling banyak tertanam di sana adalah jenis tembakau.

“Kalau beberapa tahun yang lalu semuanya menanam tembakau sehingga hasilnya bagus. Tapi kalau sekarang macam-macam tananamannya sehinga pertumbuhan tembakau menjadi tidak sempurna. Sekarang ada yang menanam orok-orok, jagung, ubi, dan bahkan kolonjono,” jelas Cip Sugimin, warga Padukuhan Jetis Kulon yang ikut menanam tembakau di telaga, Rabu (2/6/2014).

Besarnya biaya sewa lahan, lanjut Sugimin, untuk 1 patok luas lahan di telaga adalah Rp 20 ribu tiap tahun. Bila dijumlah keseluruhan maka luas telaga Jetis lebih dari 30 patok, dimana tiap patok berukuran sekitar 50 meter persegi.

“Hasilnya cukup lumayan, selain untuk konsumsi biasanya juga saya jual kalau hasilnya pas bagus. Pernah saya panen tembakau hingga 7 kg, yang saya jual sekitar 5 kg dengan harga berkisar Rp 50 ribuan,” lanjutnya.

Sementara Martono yang masih termasuk warga Padukuhan Jetis ini lebih memilih menanam rumput kolonjono dibanding tembakau di lahan telaganya. Setiap pagi dan sore hari ia selalu menyiram rumput miliknya dengan gembor.

“Saya nggak merokok jadi nggak menanam tembakau. Yang menanam tembakau kan biasanya perokok untuk dikonsumsi sendiri, kalau hasilnya lebih baru dijual. Kalau kolonjono lumayan bisa membantu saya mencukupi kebutuhan pakan ternak,” katanya. (Maryanto/Hfs)

Komentar

Komentar