SMAN 1 Karangmojo Buka Kelas Seni Budaya

oleh -
iklan dispar

KARANGMOJO, kabarhandayani.– Demi meningkatkan perkembangan bidang seni dan budaya, SMAN 1 Karangmojo untuk tahun keduanya kembali membuka kelas seni dan budaya. Kelas yang berkapasitas 32 siswa itu hingga Selasa (1/7/2014) telah terisi oleh calon siswa sebanyak 25 pendaftar.

“Tahun ini kita buka lagi untuk tahun yang kedua. Sebenarnya kita telah melakukan tes khusus untuk kelas seni budaya, dan hingga saat ini sebanyak 25 siswa telah mendaftar di kelas ini. Kalau kapasitas seluruh kelas, kami masih seperti dulu yaitu 6 kelas untuk sejumlah 192 siswa,” jelas Drs. Aji Pramono, M.Pd Kepala Sekolah SMAN 1 Karangmojo di ruang kerjanya, Selasa (1/7/2014).

Tujuan utama didirikan kelas seni dan budaya, lanjut Aji Purnomo, ingin menggali potensi budaya lokal dan kontemporer yang ada di karangmojo khususnya serta di Gunungkidul pada umumnya, sehingga mampu menjadi potensi yang dapat membuahkan prestasi dan nilai jual wisata.

Guna meraih tujuan, SMAN 1 Karangmojo telah melakukan kerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Dibudpar) Gunungkidul sebagai media penyaluran bakat melalui pementasan seni yang sering digelar oleh berbagai dinas terkait.

“Untuk menggali potensi lokal kami membuka 3 jenis kesenian yang difokuskan melalui kelas seni budaya. Diantararanya seni tari, seni lukis, dan musik. Untuk bakat seni musik ini kami mengkolaborasikan antara musik modern dengan musik jawa klasik. Saat ini kami baru mengajukan permohonan bantuan gamelan,” lanjutnya.

Hal yang membedakan antara kelas reguler dengan kelas seni budaya adalah adanya tambahan jumlah jam mata pelajaran seni budaya. Sedangkan mata pelajaran yang lain masih tetap sama seperti kelas reguler.

“Jumlah jam pelajaran untuk seni budaya menjadi 6 jam. Yang 2 jam merupakan mata pelajaran seni budaya dengan materi umum seperti di kelas reguler. Sedangkan yang 4 jam adalah mata pelajaran khusus bidang seni budaya sesuai dengan minat dan bakat pilihan siswa. 4 jam pelajaran yang terakhir inilah yang tidak ada di kelas reguler,” pungkas Aji Pramono. (Maryanto/Hfs)

Komentar

Komentar