Tadi Malam Tugu Jogja Ada di Playen

oleh -
iklan dispar

PLAYEN, kabarhandayani.– Tugu Jogja yang merupakan ikon Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi arak-arakan memeriahkan takbir keliling di Kecamatan Playen, Minggu (27/7/2014).  Lampion ukuran besar berbentuk bangunan bersejarah tersebut merupakan replika yang dibuat oleh rombongan takbir keliling Bregada Masjid Al Muttaqin Padukuhan Jatisari, Desa Playen Kecamatan Playen.
Tak hanya tugu Jogja, rombongan takbir keliling tersebut juga menggunakan pakaian adat Yogyakarta yaitu sorjan dan blangkon. Lebih unik lagi alunan takbir yang terucap lewat pengeras suara diiringi kesenian gamelan khas budaya Yogyakarta.

Sontak iring-iringan tersebut menjadi perhatian warga sekitar. Mereka berjajar di kanan kiri jalan menyaksikan kemeriahan dan keunikan rombongan tersebut. Tak ingin kehilangan moment mereka pun mengabadikan keunikan tersebut dengan memotret.

Tema budaya khas daerah sengaja dipilih oleh remaja masjid Al Muttaqin. Syaikhudin Ansori, koordinator takbir keliling bregada Al Muttaqin mengatakan bahwa ide kreatif tersebut muncul berawal dari keprihatinan terhadap budaya daerah yang mulai tenggelam oleh budaya asing. Hal itu tentunya berdampak negatif terhadap masyarakat terutama generasi muda.

“Dengan nuansa budaya tersebut diharapkan mampu memberikan pendidikan kepada masyarakat terutama generasi muda untuk mencintai budaya daerah. Lebih lanjut tema tersebut kami pilih sebagai bentuk penghargaan kepada kekayaan budaya daerah yang kita miliki,” katanya.

Ansori menambahkan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tiap tahun yang diadakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Playen. Berkat keunikan tersebut Bregada Masjid Al Muttaqin mendapatkan kategori lampion terbaik.

“Alhamdlillah ini merupakan penghargaan untuk kita semua. Kami menyikapi bukan dengan kemenangan tapi ketulusan mencintai budaya daerah. Arak-arakan yang kami buat dengan nuansa khas budaya daerah tersebut tentunya tidak menghilangkan makna dari takbir itu sendiri,” tambahnya.

Selain replika tugu Jogja, rombongan tersebut juga menampilkan gunungan hasil bumi masyarakat dibentuk menyerupai masjid. Spanduk bertuliskan “Jogja Istimewa dengan Agama dan Budaya” berada di barisan paling depan.
Padatnya lalu lintas tidak mengurangi antusias masyarakat untuk menyaksikan rombongan lainnya yang juga berpartisipasi mengikuti kegitan yang diselenggarakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Playen tersebut. (Sidik/Hfs)

Komentar

Komentar