Swakelola Air Desa Bleberan: Mampu Pasok Kebutuhan 360 KK

oleh -
Sumber Air Kedungpoh Menggoran Playen dikelola menjadi PAM swadaya. Foto: Sarwo.
iklan dispar
Sumber Air Kedungpoh Menggoran Playen dikelola menjadi PAM swadaya. Foto: Sarwo.
Sumber Air Kedungpoh Menggoran Playen dikelola menjadi PAM swadaya. Foto: Sarwo.

PLAYEN,(KH)— Padukuhan Menggoran dan Ngrancang sangat beruntung, warganya mendapatkan air minum murah dari Pengelola Air Minum Masyarakat (PAMM) Menggoran Desa Bleberan Kecamatan Playen. “Tiga ratus enampuluh KK atau 1.800 jiwa menikmati aliran air dari PAMM Desa dengan tarif sangat terjangkau, tiap m3 hanya Rp 1.500,-” tutur Sumarjuni (48), teknisi PAMM Kedungpoh Menggoran, yang ditemui KH Kamis (18/12) di rumahnya.

Sumber air Kedungpoh awalnya hanya  terbuang percuma ke aliran air terjun Sri Getuk. Dengan kreativitas dan swadaya masyarakat, aliran air tersebut dapat dimanfaatkan menjadi sumber air bersih (air baku), dengan membuat bak tampungan air, yang kemudian didistribusikan ke warga.

Penanganan air secara swadaya masyarakat ini kemudian diberi nama Pengelola Air Minum Masyarakat (PAMM). Kepengurusan diketuai oleh H Zambidi SAg, sedang teknisi ditangani Sumarjuni. Sampai sekarang, ada 360 KK menjadi Konsumen PAMM. Tarif yang diberlakukan PAMM adalah Rp 1.500,-  per m3 dan tidak dikenai biaya beban.

Menurut Sumarjuni, mata air Kedungpoh adalah sumber air yang tak pernah kering, luberan air dari Kedungpoh mengalir ke Sri Getuk, yang sekarang menjadi destinasi wisata di Padukuhan Menggoran Desa Bleberan.

Ia menambahkan, sumber air di Menggoran sebenarnya tidak hanya Kedungpoh, ada sumber air Umbul, Ngandong dan Jambe. Sumber air tersebut kemungkinan masih dapat dipoles menjadi tempat wisata penambah Sri Getuk, apabila ditangani secara profesional.

Sementara itu, keberadaan Goa Rancang Kencono menurut Sumarjuni sebetulnya bisa  dikembangkan dengan menggali terowongan yang pernah ada. Kondisi terowongan tersebut saat ini ditimbun batu dan tanah. ”Saya dulu pernah masuk ke terowongan/lorong tersebut, tetapi karena gelap dan sempit, perjalanan masuk ke lorong diurungkan,” kata Sumarjuni yang juga menjadi pengelola destinasi wisata Sri Gethuk.

“Animo masyarakat untuk langganan PAMM cukup tinggi, sampai sekarang masih menambah jaringan ke rumah pelanggan baru. Tarip langganan juga belum dinaikkan. Di Gunungkidul tarip langganan air termurah ya di Menggoran ini,” pungkasnya. (Sarwo).

Komentar

Komentar