Sampah di Kawasan Wisata Perlu Solusi Bersama

oleh -
Pelepasan burung tandai peringatan HCPSN di Gunungkidul. Foto: Atmaja.
iklan dispar
Pelepasan burung tandai peringatan HCPSN di Gunungkidul. Foto: Atmaja.
Pelepasan burung tandai peringatan HCPSN di Gunungkidul. Foto: Atmaja.

PATUK, (KH) — Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) dijadikan sebagai momentum pemerintah beserta semua pihak untuk berusaha memelihara dan melestarikan kekayaan Hayati.

Dalam peringatan HCPSN Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan (KAPEDAL) mengadakan sarasehan di taman hijau pintu gerbang Gunungkidul. Dalam pertemuan tersebut tamu undangan yang sebagian besar masyarakat umum diajak untuk berbagi bersama.

“Sampah menjadi pokok bahasan utama dalam sarasehan tersebut,” kata Irawan Jatmiko Kepala Kapedal Gunungkidul, Kamis (18/12/14).

Irawan berjanji akan memberikan solusi untuk permasalahan sampah, terutama yang terdapat di obyek Wisata. “Untuk kelompok yang berada di obyek wisata agar dapat mengajukan proposal. Seperti obyek wisata Sri Getuk yang kami fasilitasi dengan motor roda tiga pengangkut sampah,” jelas Imawan

Adapun tujuan peringatan HCPSN (Keputusan Presiden No 4 tahun 1993), salah satunya untuk menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, terutama masyarakat dalam menjaga dan melindungi keanekaragaman Hayati.

Dalam peringatan tersebut juga diadakan pembagian tanaman secara simbolis dan pelepasan burung.

“Dalam rangka penguatan keanekaragaman Hayati, sekaligus pelestarian tanaman identitas dusun, tahun ini Kapedal memberikan stimulan berupa 750 batang tanaman identitas dusun,”

Secara simbolis Irawan menyerahkan tanaman tanjung, asem dan nogosari sebagai tanaman identitas kepada Padukuhan Tanjung, Ngasem dan Nogosari Kecamatan Playen.

Acara dilanjutkan dengan pelepasan 50 burung kutilang dan 30 burung pleci.

” Hari ini juga dilakukan pemberian penghargaan kepada pemenang Kalpataru, cerdas cermat, dan pantai bersih di tingkat nasional maupun daerah,” pungkasnya. ( Atmaja/Tty)

Komentar

Komentar