Supriyanto, Pembuat Alat Drumband Meraih Berbagai Penghargaan

oleh -
KARANGMOJO, Kabarhandayani – Drumband atau marching band disebut juga orkes barisan yang merupakan sekelompok barisan personil yang memainkan lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik secara bersama-sama. Alat musiknya berupa alat musik tiup dan perkusi disertai aksi baris berbaris yang membentuk formasi dengan pola yang sesuai alur koreografi terhadap lagu yang dimainkan, dan diiringi dengan aksi tarian yang dilakukan sejumlah pemain bendera yang dipimpin oleh satu atau dua orang.
 
Alat musik drumband yang bermacam-macam memerlukan tangan-tangan terampil dan terasah dalam pembuatannya. Seperti Supriyanto, warga Padukuhan Selang, Desa Bendungan, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul  yang sudah menggeluti pembuatan alat drumband sejak tahun 2000. Ia adalah penerus usaha keluarga.
 
Supriyanto mengungkapkan, dalam proses produksi ia dibantu 2 sampai 4 orang untuk pembuatan 1 set alat drumband. Dalam satu set terdiri dari 36 instrumen, yang pengerjaannya dapat menghabiskan waktu selama 5 hari. Dalam satu bulan, ia dapat menerima pesanan 3 hingga 5 set alat drumband dengan harga sekitar 6 hingga 15 juta rupiah. Sedangkan untuk pembuatannya, mulai dari bahan baku dan sebagainya membutuhkan biaya sebesar sekitar 7 juta. Bapak kelahiran 19 September 1969 ini mengungkapkan, pemesan alat drumband ini kebanyakan dari Jogja hingga luar Jogja.
 
Ayah tiga anak ini mengungkapkan, dalam pembuatan drumband bahan yang dibutuhkan adalah kayu, tripleks, aluminium dan kuningan serta beberapa alat lain seperti mesim las karbit, bor duduk, bor pistol, tanggem, palu, gergaji, tang dan sebagainya.
 
Usaha yang telah ia geluti hampir 15 tahun ini bukan tanpa kendala. Ketersediaan bahan seperti kuningan dan aluminium diungkapkan sebagai salah satu kesulitannya.  “Belum lama ini ada pemesan dari Papua. Untuk bahan seperti kuningan dan aluminium kita mendatangkan dari Solo dan Semarang,” jelasnya.
 
Selain membuat alat drumband, Supriyanto juga mengajar drumband sejak tahun 1989 di sejumlah sekolah di Yogyakarta. Pada tahun 2000 mengajar drumband di Gunungkidul, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
 
Kiprahnya selama puluhan tahun di dunia drumband membuatnya meraih banyak penghargaan seperti penghargaan dari Gubernur dan Bupati dalam kewirausahaan, serta penghargaan yang ia terima sebagai pelatih.
 
Dari tahun 2000 semakin berkembang dan rata-rata sekolah di Gunungkidul sudah mempunyai alat drumband. Semoga terus berkembang dan berprestasi,” harapnya.
 
Penulis: Mutiya. Editor: Jjwidiasta.

Komentar

Komentar