Sorgum Kaya Manfaat, Petani Enggan Kembangkan

oleh -
Ilustrasi (Tanaman Sorgum)
kadhung tresno
Ilustrasi (Tanaman Sorgum)
Tanaman Sorgum

WONOSARI, (KH)— Pembangunan pertanian tanaman pangan daerah sangat diharapkan untuk menunjang pengembangan diversifikasi pangan sebagai bahan alternatif untuk memenuhi kebutuhan akan pangan non beras.

Di Gunungkidul sendiri terdapat beberapa sumber pangan lokal sebagai alternative, contohnya Sorgum. Sorgum adalah salah satu tanaman serealia yang baik dikembangkan untuk bahan pangan alternatif. Disampaikan Kepala Sub Bidang Kewaspadaan Dan Mutu Pangan Badan Pelaksana Penyuluhan Dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Gunungkidul, Fajar Ridwan, Sorgum memiliki beberapa keunggulan, salah satunya dapat tumbuh dilahan kering dan sawah pada musim kemarau.

“Selain itu, input pembiayaan usaha taninya relatif rendah. Selain budidayanya yang mudah Sorgum kaya manfaat, antara lain untuk pakan ternak, bahan baku industry makanan dan minuman, bahan baku ntuk media jmur merang (mushroom), industry alkohol, bahan baku etanol dan sebagainya,” urai dia, Rabu, (27/4/2016).

Tetapi sayangnya, lanjut dia, dengan alasan beberapa faktor, animo masyarakat tidak terlalu tinggi untuk pengembangan Sorgum ini.  bahkan sebenarnya sebagai sumber pangan alternatif, Sorgum ini dapat diolah menjadi berbagai olahan.

“Apabila ditanam pada lahan sawah secara mandiri mono kultur kurang menguntungkan, masyarakat masih memilih menanam padi. Menurut studi kelayakan dilihat dari faktor tenaga lebih sulit. Faktor lain serangan hama burung sangat merugikan,” jelasnya.

Sorgum biasanya ditanam setelah panen padi, kemudian karena dianggap sebagai tanaman pangan alternatif sehingga masih menjadi pilihan berikutnya setelah Padi, Jagung, dan Kedelai. Hal ini sesuai program pertanian nasional yang memang konsentrasi pada tiga jenis tanaman tersebut.

“Kebanyakan untuk pakan ternak saja sehingga dipanen diambil batang dan daunnya, selain faktor tenaga, Sorgum juga dinilai memiliki proses yang rumit untuk penanganan bijinya,” tambah Fajar.

Tetap ditanam, sebut Fajar, tetapi kebanyakan secara tumpang sari. Apabila dipanen hingga menghasilkan bijinya makan akan disimpan untuk campuran pakan ternak juga atau dijual.

Ditambahkan Koordinator BP3K Playen, Sarijo, mengungkapkan, memang tetap ditanam, tetapi kebanyakan secara tumpang sari. Apabila dipanen hingga menghasilkan bijinya makan akan disimpan untuk campuran pakan ternak atau dijual. Memang secara kearifan lokal sejak dahulu digunakan sebagai cadangan pangan alternatif, terlebih setelah ada orientasi pertanian kepada swasembada beras, menurutnya Sorgum lebih di abaikan. (Kandar).

Komentar

Komentar