Social Mapping Purwodadi Percontohan Nasional

oleh -
kadhung tresno

TEPUS, kabarhandayani.– Social Mapping adalah proses penggambaran masyarakat yang sistematis serta melibatkan pengumpulan data dan informasi mengenai masyarakat termasuk di dalamnya profil dan masalah sosial yang ada pada masyarakat tersebut. Dalam hal ini adalah Desa Purwodadi Kecamatan Tepus mendapat perhatian Khusus dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kanwil DIY untuk pengembangan sumber daya alam dan sosial yang ada Di desa Purwodadi.
Sosilaisasi social mapping yang dilakukan pada hari ini, Selasa (26/8/2014) yang bertempat di Padukuhan Duwet yang dihadiri oleh perwakilan dari Penghageng Panitikismo Keraton Yogyakarta, Bupati yang diwakili oleh Assek II Supriyadi, STP, Seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Kabupaten Gunungkidul di antaranya Bappeda Gunungkidul, DPU, Kantor Pajak, PLN, Dinas Kehutanan, Dinas Peternakan, Dinas Pertanian, Muspika Tepus, Pemerintah Desa Purwodadi.
BPN bekerjasama dengan seluruh dinas terkait bersama-sama memetakan wilayah dan karakteristik masyarakat yang akan dibina, serta mengetahui kebutuhan masyarakat sehingga dapat menentukan dasar program agar lebih tepat guna. Adapun kegiatan tersebut terdapat 5 Prioritas utama yang menjadi inti dari pokok social mapping ini, yakni: 1. Pemberdayaan pertanian tanaman sayuran dan Wisata Goa (goa Senen dan goa Ndilem) di Dusun Nduwet, 2. Pengolahan makanan dari ketela, emping melinjo dan gembili dari Padukuhan Kothekan, 3. Taman Kehati sengon dan budi daya anggrek di Gunung Bajo Padukuhan Kenis dan Telaga Juruk Danggolo 4. Konservasi terumbu karang dan rumput laut pantai Nglambor, 5. Pemberdayaan nelayan darat yakni lobster Nglambor dan Timang.
Menurut WE Esnanto yang merupakan motor penggerekan masyarakar Desa Purwodadi, pelaksanaan kegiatan akan dibiayai oleh Bank Indonesia yang bekerja sama dengan UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) yakni badan dunia yang bergerak dibidang pendidikan, keilmuan dan kebudayaan untuk membantu mewujudkan 5 prioritas kegiatan di Desa Purwodadi. Social Mapping di Desa Purwodadi merupakan percontohan nasional.
“Masyarakat sangat berharap, program ini akan berlanjut sehingga kesejahteraan masyarakat akan semakin baik”, ujarnya.
Pemerintah Desa Purwodadi menyediakan lahan lahan kurang lebih 30 hektar untuk mendukung program tersebut, yakni rata rata 4-6 hektar di setiap sektor kegiatan. “Segala pusat kegiatan dan pelatihan pemberdayaan masyarakat akan kami pusatkan di dekat Goa senen dan Goa Dilem di Padukuhan Duwet, karena nantinya akan dibangun aula pertemuan dan juga tempat pelatihan masyarakat di Padukuhan Duwet ini” pungkas WE Estanto. (Agus-Jhody/Hfs)

 

Komentar

Komentar