Dinsosnakertrans Terus Lakukan Dropping Air

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, kabarhandayani.– Kesulitan air bersih masih dirasakan sebagian masyarakat di Gunungkidul, di antaranya warga Padukuhan Trosari Desa Tepus. Salah satunya Rintem (56), warga dusun setempat mengaku sudah membeli air sebanyak 7 kali.
“Kita membeli air untuk kebutuhan sehari-hari, seperti: makan, minum, dan MCK. Satu tangkinya seharga Rp 60 ribu,” katanya beberapa hari lalu. Ibu empat orang anak ini mengaku harus membeli air karena rumahnya jauh dari telaga dan tidak adanya saluran PDAM di desanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sosial Dinsosnakertran Kabupaten Gunungkidul, CH Suyatmiyatun mengungkapkan, selama 6 bulan, dari Januari- Juli, dropping air yang dilakukan oleh dinas sudah menghabiskan anggaran Rp 150 juta.
“Anggaran tahun 2014 untuk dropping air yang disiapkan Dinsosnakertrans mencapai Rp 821.410.000.- Dana sebesar ini untuk pembelian air, operasional tangki, termasuk pembelian BBM,” ujar Suyatmiyatun di kantor Dinsosnakertrans, Rabu (27/8/14).
Dengan menggunakan armada tanki air sebanyak 7 buah, dinas telah menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat dilakukan setiap hari. “Kecamatan yang menjadi langganan dropping yakni Saptosari, Rongkop, Girisubo, Semin, Panggang, dan Tepus. Kita tidak droping seluruh kecamatan karena sebagian sudah memiliki tangki air sendiri,” ucapnya.
Lebih lanjut Suyatmiyatun menyatakan, bagi setiap masyarakat yang akan mengajukan bantuan air bisa dilakukan dengan meminta surat keterangan dari kepala desa. “Prinsip kita adalah kebutuhan masyarakat. Jika warga butuh dan ada permintaan, kami siap membantu,” pungkasnya. (Juju/Jjw).

Komentar

Komentar