Sidorejo Memperingati Sumpah Pemuda Berbalut Budaya

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, (KH) — Dalam rangka menggelorakan semangat Sumpah Pemuda, pemuda di Padukuhan Sidorejo Desa Karangtengah menggelar peringatan hari Sumpah Pemuda dengan cara yang cukup unik. Mereka menyelenggarakan sebuah upacara yang dibalut nuansa budaya dengan tema Peringatan Sumpah Pemuda Berbudaya.
Kegiatan diawali dengan lantunan Lagu Indonesia Raya disambung berbagai atraksi seni tari dan seni jathilan kreasi baru. Salah satu penari berlari-berlari membawa Bendera Merah Putih yang diikuti pasukan bendera lain di lokasi acara. Tarian bendera ini disusul oleh penari-penari wanita yang berkolaborasi dengan pernari berkuda lumping. Mereka menamakan tarian tersebut dengan nama tarian pemersatu bangsa.
Setelah sekian atraksi tari tersudahi, mereka segera membentuk formasi khusus untuk mengikrarkan janji Sumpah Pemuda.
Bupati Gunungkidul yang diwakili Drs. Ali Ridho. MM, Kepala Bidang Pemuda Olahraga Disdikpora Gunungkidul memandu pengikrakaran Sumpah Pemuda yang diikuti oleh para peserta dan penonton yang hadir.
Acara berlangsung cukup hikmat. Ribuan warga turut menyaksikan jalannya kegiatan ini meski terik matahari cukup panas. Turut hadir dalam kesempatan ini Ketua DPRD Gunungkidul Suharno serta Dewan Kebudayaan Gunungkidul CB Supriyanto.
Ton Martono, salah satu panitia kegiatan menuturkan, acara terlaksana berkat iuran yang dikumpulkan oleh para pemuda setempat. Mereka dengan suka rela mengumpulkan dana swadaya dan berbagai sumbangan dari banyak pihak demi terselenggaranya acara ini.
“Kami swadaya melaksanakan acara ini. Ada juga bantuan donatur dari beberapa pihak yang peduli dengan peringatan dan kegiatan yang kami laksanakan. Konsep ini muncul karena kami anggap budaya sebagai sarana pemersatu bangsa,” tutur Ton Martono.
Selain itu menurut Ton Martono, kegiatan ini muncul karena rasa  keprihatinan mereka atas persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang akhir-akhir ini mulai pudar. Mereka ingin memberikan contoh pada para pejabat agar bisa memaknai semangat Sumpah Pemuda dengan setulus-tulusnya dengan melihat rasa persatuan dari tingkat padukuhan dan desa seperti mereka lakukan.
“Ternyata kita bisa, mereka (pemuda Sidorejo) begitu kompak dan bersatu dalam konsep yang berbudaya. Selama ini kita terlalu banyak disuguhi drama politik para pejabat yang kurang mendidik demi mengejar sebuah kekuasaan. Kami harap mereka bisa meniru semangat persatuan yang ada di padukuhan seperti ini,” katanya.(Maryanto/Tty)

Komentar

Komentar