Setiba di Embung Nglanggeran, Menparekraf Sandiaga Uno Nyanyi Banyu Langit

oleh -
sandiaga uno
Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (KH/ Kandar)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno sempat menyanyikan lagu berjudul Banyu Langit ciptaan penyanyi kondang alm Didi Kempot setiba di Embung Nglanggeran, di Desa Wisata Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Gunungkidul, Senin, (11/10/2021).

Segenap kegiatan dalam kunjungan ke Desa Wisata Nglanggeran tersebut merupakan puncak rangkaian Tour D’Jogja yang digelar selama 4 hari, 8-11 Oktober 2021 di DIY.

Saat hadir, menteri kelahiran 28 Juni1969 ini menetapkan Desa Wisata Nglanggeran sebagai Desa Wisata Mandiri Inspiratif Indonesia Bangkit. Penetapannya dilakukan dengan menuliskan prasasti.

“Desa ini merupakan 1 dari 7 desa wisata terbaik di Indonesia,” kata lelaki yang juga menjabat Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini.

Disebutkan, Desa Wisata Nglanggeran juga menjadi satu di antara Desa Wisata Berkelanjutan yang ada di Indonesia yang telah menerapkan operasionalisasi wisata berkualitas di tengah kondisi COVID-19 dengan menerapkan 4K, yaitu Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan.

Sandiaga bahkan tak sungkan menyebut, melalui penilaian Anugerah Desa Wisata, Desa Wisata Nglanggeran menjadi salah satu desa kelas dunia. Pengelolaan desa wisata dinilai terbentuk dari kerjasama dan kemanunggalan antara pengelola dan pemerintah daerah yang kemudian implikasi manfaatnya kembali kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan menjadi bagian upaya kebangkitan ke depan. Kami telah menugaskan dewan juri Anugerah Desa Wisata untuk mendukung dan mendampingi Desa Wisata Nglanggeran di ajang Penilaian desa wisata taraf internasional oleh UNWTO,” terang mantan Wagub DKI ini.

Menanggapi harapan masyarakat yang menghendaki pariwisata Gunungkidul agar segera dibuka, pihaknya mengaku akan berkoordinasi dan memasukkan Desa Wisata Nglanggeran ke dalam list daftar destinasi yang diperbolehkan melakukan uji coba buka.

Dalam kesempatan tersebut Menparekraf juga menyerahkan sertifikat CHSE dan QR Code yang telah terintegrasi ke Aplikasi Peduli Lindungi.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengucapkan terimakasih atas kunjungan yang dilakukan Menparekraf. Pihaknya secara langsung juga meminta agar Kemenparekraf mengijinkan pembukaan destinasi wisata di Gunungkidul menyusul perkembangan COVID-19 di Gunungkidul yang kian melandai.

“Sebetulnya melihat kondisi belakangan ini Gunungkidul saat ini masuk PPKM level 2,” ungkap Sunaryanta.

Sunaryanta juga berharap, prestasi yang diraih Nglanggeran diikuti desa wisata lain yang ada di Gunungkidul. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar