Sekolah Vokasi UNY Di Gunungkidul Cetak SDM Siap Kerja Dan Berwirausaha

oleh -
Sutrisna melakukan peletakan batu pertama pembangunan kampus sekolah vokasi UNY di Semanu, Gunungkidul. (KH/ Kandar)
iklan dispar

GUNUNGKIDUL, (KH),– Kampus sekolah vokasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Gunungkidul mulai dibangun. Peletakan batu pertama pembangunan kampus yang berlokasi di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul itu dilaksanakan Jum’at, (21/2/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNY, Prof. Sutrisna Wibawa menegaskan, keberadaan kampus akan mencetak lulusan siap kerja dan berwirausaha. Sebab program studi yang dibuka sudah disesuaikan dengan kebutuhan.

Adapun Prodi yang dibuka diantaranya; Teknik Informatika, Akuntansi, Tata Busana, Tata Boga, Bisnis Digital, Bisnis Kreatif, Logistik Perdagangan Internasional dan Pengelolaan Usaha Rekreasi.

Pordi-prodi tersebut dinilai link and match. Sesuai kebutuhan dunia kerja dan peluang wirausaha jika lulusan ingin menggeluti dunia entrepreneur.

Dirinya mengajak lulusan SMA/SMK di Gunungkidul untuk masuk di kampus sekolah vokasi UNY di Gunungkidul ini. “Untuk putra putri daerah ada kuota khusus sebanyak 50 persen,” kata Sutrisna Wibawa.

Di hadapan Kepala Desa dan Camat yang diundang, dirinya juga menginformasikan agar pelajar berprestasi dengan kondisi ekonomi kurang mampu untuk ikut mendafar. Sebab, pihaknya akan mengupayakan pembiayaan kuliah dengan skema beasiswa prestasi.

Desain kampus sekolah vokasi UNY di Gunungkidul. (doc. UNY)

Ditanya soal teknis pembangunan, Sutrisna mematok target pengerjaan tahap pertama akan selesai bulan Agustus mendatang. Setelah itu menyusul bulan berikutnya, yakni September akan dimulai perkuliahan.

Lebih jauh disampaikan, kampus yang dibangun akan menempati lahan seluas 4,8 hektar. Selain menyiapkan dana Rp. 19 Miliar untuk pembiayaan pembangunan gedung 4 lantai, akan dialokasikan juga Rp. 10 Miliar lagi untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana di dalam gedung, mencakup furniture, alat laboratorium serta landscape kawasan kampus.

“Dari 8 prodi untuk yang saintek sementara akan dibuka 1 kelas sementara yang sosial langsung 2 kelas,” imbuh dia. Adapun untuk tiap kelas akan diisi 40-50 mahasiswa.

Sementara itu, saat hadir dan membubuhkan tanda tangan pada prasasti pembangunan gedung kampus, Bupati Gunungkidul, Badingah, Sos menyambut baik dimulainya pembangunan kampus UNY di Gunungkidul.

Menurutnya, hal tersebut menjadi jawaban atas persoalan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masyarakat Gunungkidul yang masih rendah selama ini.

Komentar

Komentar