Sebilah Bambu Pancing Mampu Menopang Hidup Keluarga Darmin

oleh -
iklan dispar

TEPUS,(KH)— Sebilah bambu berukuran 3 meter mereka gunakan untuk mencukupi kehidupan sehari-hari. Dengan seutas tali yang dikaitkan pada bambu, mereka dapat memancing di Pantai Siung untuk menutupi nafkah hidup keluarganya.

Darmin adalah salah satu di antara para pemancing tradisional dari pantai Siung. Ia menggantungkan nasibnya pada alat pancing sederhana tersebut. Mereka telah menggunakan alat pancing sederhana tersebut untuk menangkap ikan dan mendapatkan uang untuk kebutuhan hidup keluarganya. “Saya terbiasa menggunakan alat pancing sederhana ini untuk mencari ikan mas,” katanya kepada KH, Selasa (4/11/2014).

Panas terik cuaca siang hari tidak membuat para pemancing di pantai Siung urung melakukan aktivitasnya. Darmin mengaku, ia sehari mampu menangkap 2-3 kilogram ikan. Hasil tangkapan itu kemudian ia jual kepada seorang penjual ikan keliling. “Setiap hari mulai memancing dari jam 7 sampai jam 12.30. Tergantung ombaknya, jika sudah mulai pasang kami berhenti memancing,” ungkapnya.

Ia menjual seharga Rp 20 ribu untuk 3 kilogram ikan yang berhasil ditangkapnya. Terkadang, jika tangkapan hanya sedikit, maka ikan tersebut dimasak sendiri untuk dijadikan lauk pauk keluarganya.

Darmin selalu bekerja keras mencari ikan dengan memancing setiap harinya. Ia harus mencukupi kebutuhan 3 orang anaknya. Sementara, istrinya juga membantu mencari nafkah tambahan dengan berjualan rumput laut saat hari pasaran. “Sehabis memancing, sorenya saya menjadi buruh cangkul terutama saat musim kemarau seperti saat ini,” ujarnya.

Darmin menjalani pekerjaan tetapnya sebagai pemancing ikan setiap hari. Luka sobek pada telapak tangan dan kaki sudah menjadi resiko yang ditanggungnya ketika memancing di antara tebing dan karang tajam bibir pantai. “Sambil memancing, saya juga harus memperhatikan kondisi ombak karena siap menghindar jika sewaktu-waktu ombak datang,” jelasnya.

Darmin memiliki harapan agar mampu untuk terus menyekolahkan ke-3 anaknya. Ia sungguh berharap agar kelak anak-anaknya mendapatkan pekerjaan yang berbeda dengan orang tuanya. “Harapannya biar anak dapat hidup sejahtera, tidak seperti orang tuanya yang menjadi pekerja kasar seperti ini,” pungkasnya. (Atmaja/Jjw).

Komentar

Komentar