Saptosari Tak Lagi Minta, Serapan Dana Dropping Air Masih Sedikit

oleh -
Dropping air. Foto : KH
iklan dispar
Dropping air. Foto : KH
Dropping air. Foto : KH

WONOSARI, (KH)— Menghadapi musim kemarau tahun ini seperti biasa Pemkab Gunungkidul menyediakan dana dropping air melalui Dinsosnakertrans Bidang Sosial. Seperti yang rutin dilakukan, sasaran dropping air meliputi wilayah dengan topografi berbukit sehingga tidak memungkinkan adanya sumber air berupa sumur.

Diutarakan Kepala Bidang Sosial Dinsosnakertrans Gunungkidul, Suyatmiatun, telah disiapkan dana untuk menanggulangi permasalahan air mencapai Rp. 630 juta. Hinga minggu ini capaian serapan dana tersebut belum seberapa.

“hingga minggu ini baru terserap sebanyak Rp. 50 juta. dana cukup tersedia, kita upayakan terus layani permintaan,” kata dia, Selasa, (20/9/2016).

Dikatakan, Permintaan dropping air yang masih cukup tinggi diantaranya di wilayah Rongkop, Girisubo, Ngawen, Tepus dan Panggang. Memang kondisi secara geografis kecamatan- kecamatan ini berada di wilayah perbukitan.

Pada prinsipnya, sambungnya, selama masyarakat meminta dan dukungan anggaran masih ada maka dropping air akan terus dilakukan. Dari koordinasi yang pernah dilakukan bersama seluruh kecamatan se Gunungkidul, terdapat satu kecamatan yang saat ini sudah tidak lagi mengajukan permintaan dropping air seperti tahun sebelumnya.

Hal ini disebabkan adanya jaringan PDAM di wilayah tersebut yang semakin merata, sehingga hampir sebagian besar masyarakat terjangkau saluran air. “Saptosari tak lagi meminta dropping air,” imbuh Suyatmiyatun.

Terpisah,  Bidang kesejahteraan Kecamatan Saptosari, Suhut Hudi mengungkapkan, ada beberapa hal terkait keberhasilan upaya pemerataan air di wilayahnya sehingga dropping air tak dibutuhkan lagi.

“Pertama karena pipanisasi PNPM berhasil menyambungkan dua titik blank pipa PDAM. Kedua, penyadaran masyarakat oleh Camat cukup berhasil sehingga kesadaran masyarakat untuk memasang saluran air meningkat,” jelas Suhut. (Kandar)

Komentar

Komentar